YPBLC Latih Warga Binaan Lapas Bandung Jadi Penulis, Ini Targetnya
- Istimewa
Seluruh karya yang dihasilkan nantinya akan dihimpun, disunting, dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Penerbitan buku tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah apresiasi terhadap kreativitas para WBP, tetapi juga menjadi simbol bahwa keterbatasan ruang tidak membatasi kemampuan seseorang untuk terus berkarya.
Melalui karya tulis yang lahir dari proses pembelajaran ini, para WBP memiliki kesempatan untuk menyampaikan suara, gagasan, serta harapan mereka kepada masyarakat secara lebih luas.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Gayatri Rachmi Rilowati, mengapresiasi keberlanjutan program tersebut.
“Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sebelumnya telah berhasil dilaksanakan. Bukti nyata kontribusi YPBLC bersama Lamoria bahwa literasi dapat menjadi sarana transformasi sosial yang kuat,” ujar Gayatri.
Selain itu, turut mengawal kegiatan ini Dekan FISSIG Budi Luhur University, Lucky Nurhadiyanto.
“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi WBP, kemampuan menulis dan berkarya dapat menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik, sekaligus memperkuat proses pembinaan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan,” terang Lucky.
Melalui program ini, yayasan tersebut berharap dapat menumbuhkan optimisme baru bahwa setiap karya memiliki kekuatan untuk mengubah perspektif, membangun empati, dan menghadirkan harapan.
Lebih dari sekadar kelas menulis, CSR edisi Lamoria Tales merupakan perjalanan untuk menemukan kembali makna harapan, kesempatan kedua, dan semangat untuk terus berkarya demi masa depan yang lebih baik.