YPBLC Latih Warga Binaan Lapas Bandung Jadi Penulis, Ini Targetnya

YPBLC gelar pelatihan di Lapas Bandung
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti atau YPBLC, kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.  

img_title Inovasi Pelayanan Lapas Cibinong Jadi Rujukan LPP Mataram

Kali ini, hal itu dilakukan melalui penyelenggaraan kegiatan writing class dalam rangkaian program "Make New Hope: Lamoria Tales". 

Program ini merupakan hasil kerjasama YPBLC dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Ranka Publishing.

img_title 22 Napi Antusias Ikuti Kejar Paket di Lapas Surabaya, Bukti Jeruji Tak Halangi Pendidikan!

Adapun kegiatan tersebut berlangsung di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung. CSR YPBLC mengusung semangat harapan, perubahan, dan pemberdayaan di bidang literasi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). 

Sedikitnya, 70 perempuan WBP mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan semangat.

img_title Intip Meriahnya Semarak HUT ke-81 RI di Lapas Cibinong: Napi dan Petugas Kompak Rebut Prestasi

Kegiatan ini dirancang sebagai program jangka panjang yang tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan menulis, tetapi juga membuka ruang ekspresi, refleksi diri, serta kesempatan bagi para WBP untuk menghasilkan karya yang bernilai bagi masyarakat luas.

Ketua Harian Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, menegaskan bahwa program CSR ini harus terus diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kelompok yang membutuhkan. 

Pemuda yang juga lulusan Regent's University London dan University of Westminster, Inggris ini menyampaikan, bahwa YPBLC terus berkomitmen untuk menyalurkan kontribusi sosial melalui berbagai sektor strategis dan kritis yang mampu menciptakan kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat. 

Menurutnya, keberlanjutan program menjadi aspek penting agar setiap bantuan dan pendampingan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menghadirkan perubahan positif yang dapat dirasakan secara berkesinambungan.

"Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang dan berkarya. Melalui program literasi ini, kami ingin membuka ruang harapan baru bagi WBP Lamoria agar mereka dapat terus menghasilkan karya yang bernilai, membangun kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri dalam reintegrasi secara positif di masyarakat," ujarnya.

Kegian ini diawali dengan sesi pembekalan dan pelatihan penulisan cerita pendek dari Heri Gunawan. 

Melalui workshop singkat, para WBP dibimbing untuk menuangkan pengalaman, harapan, inspirasi, serta nilai-nilai kehidupan ke dalam bentuk tulisan yang autentik dan bermakna. 

“Jika ada ingin mengenal dunia, maka membacalah, tapi jika ada ingin dikenal dunia, maka menulislah,” ungkap Dosen UIN Sunan Gunung Djati, Bandung tersebut. 

Seluruh karya yang dihasilkan nantinya akan dihimpun, disunting, dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas. 

Penerbitan buku tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah apresiasi terhadap kreativitas para WBP, tetapi juga menjadi simbol bahwa keterbatasan ruang tidak membatasi kemampuan seseorang untuk terus berkarya. 

Melalui karya tulis yang lahir dari proses pembelajaran ini, para WBP memiliki kesempatan untuk menyampaikan suara, gagasan, serta harapan mereka kepada masyarakat secara lebih luas.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Gayatri Rachmi Rilowati, mengapresiasi keberlanjutan program tersebut. 

“Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sebelumnya telah berhasil dilaksanakan. Bukti nyata kontribusi YPBLC bersama Lamoria bahwa literasi dapat menjadi sarana transformasi sosial yang kuat,” ujar Gayatri.

Selain itu, turut mengawal kegiatan ini Dekan FISSIG Budi Luhur University, Lucky Nurhadiyanto. 

“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi WBP, kemampuan menulis dan berkarya dapat menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik, sekaligus memperkuat proses pembinaan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan,” terang Lucky.

Melalui program ini, yayasan tersebut berharap dapat menumbuhkan optimisme baru bahwa setiap karya memiliki kekuatan untuk mengubah perspektif, membangun empati, dan menghadirkan harapan. 

Lebih dari sekadar kelas menulis, CSR edisi Lamoria Tales merupakan perjalanan untuk menemukan kembali makna harapan, kesempatan kedua, dan semangat untuk terus berkarya demi masa depan yang lebih baik.