YPBLC Latih Warga Binaan Lapas Bandung Jadi Penulis, Ini Targetnya

YPBLC gelar pelatihan di Lapas Bandung
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti atau YPBLC, kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.  

img_title Kesigapan Petugas Lapas Surabaya Lagi-lagi Bikin Penyelundup Narkoba Tak Berkutik, Begini Modusnya

Kali ini, hal itu dilakukan melalui penyelenggaraan kegiatan writing class dalam rangkaian program "Make New Hope: Lamoria Tales". 

Program ini merupakan hasil kerjasama YPBLC dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Ranka Publishing.

img_title Saung KAHIJI, Inovasi Digital Lapas Cibinong Penuhi Hak Napi: Dijamin Anti Ribet!

Adapun kegiatan tersebut berlangsung di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung. CSR YPBLC mengusung semangat harapan, perubahan, dan pemberdayaan di bidang literasi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). 

Sedikitnya, 70 perempuan WBP mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan semangat.

img_title Respons Kebutuhan Nelayan Kayong Utara, PT DIB Salurkan Alat Tangkap Jaring Insang dan Pancing Rawai

Kegiatan ini dirancang sebagai program jangka panjang yang tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan menulis, tetapi juga membuka ruang ekspresi, refleksi diri, serta kesempatan bagi para WBP untuk menghasilkan karya yang bernilai bagi masyarakat luas.

Ketua Harian Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, menegaskan bahwa program CSR ini harus terus diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kelompok yang membutuhkan. 

Pemuda yang juga lulusan Regent's University London dan University of Westminster, Inggris ini menyampaikan, bahwa YPBLC terus berkomitmen untuk menyalurkan kontribusi sosial melalui berbagai sektor strategis dan kritis yang mampu menciptakan kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat. 

Menurutnya, keberlanjutan program menjadi aspek penting agar setiap bantuan dan pendampingan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menghadirkan perubahan positif yang dapat dirasakan secara berkesinambungan.

"Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang dan berkarya. Melalui program literasi ini, kami ingin membuka ruang harapan baru bagi WBP Lamoria agar mereka dapat terus menghasilkan karya yang bernilai, membangun kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri dalam reintegrasi secara positif di masyarakat," ujarnya.

Kegian ini diawali dengan sesi pembekalan dan pelatihan penulisan cerita pendek dari Heri Gunawan. 

Melalui workshop singkat, para WBP dibimbing untuk menuangkan pengalaman, harapan, inspirasi, serta nilai-nilai kehidupan ke dalam bentuk tulisan yang autentik dan bermakna. 

“Jika ada ingin mengenal dunia, maka membacalah, tapi jika ada ingin dikenal dunia, maka menulislah,” ungkap Dosen UIN Sunan Gunung Djati, Bandung tersebut. 

Halaman Selanjutnya
img_title