Iran Hadapi Perang Total dengan AS, Satu Jalur Strategis Jadi Taruhan Dunia

Potret ilustrasi perang Iran - Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkap situasi negaranya yang kini menghadapi tekanan di berbagai sektor akibat konflik dengan Amerika Serikat.

img_title Jenderal Eks Pasukan Elit Iran Siapkan Ledakan Bak Gempa Bumi untuk AS

Ia menyebut perang yang dihadapi Teheran telah merambah bidang ekonomi, militer, dan keamanan.

"Kita sedang berada dalam perang ekonomi, militer, dan keamanan skala penuh," ucap Pezeshkian dalam pidatonya yang disiarkan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

img_title Iran Pamer Pabrik Rudal saat AS-Israel Tak Lagi Agresif

Pezeshkian mengatakan pemerintah Iran terus berupaya menangani berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat di tengah tekanan terhadap negaranya.

Ia mengakui kondisi ekonomi menjadi salah satu persoalan yang sedang dihadapi pemerintah.

img_title Meledak! China Tegas Bela Iran Bikin Trump Panas Dingin, Beijing Tolak Mentah mentah Kampanye Perang Ekonomi AS!

Menurutnya, pemerintah merasa "malu" karena masih terdapat berbagai masalah ekonomi yang harus diselesaikan.

Meski demikian, Teheran disebut tetap berusaha menjalankan pemerintahan dan memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun berhadapan dengan tekanan serta sanksi dari Amerika Serikat.

Pezeshkian kemudian menyinggung ancaman Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyatakan akan menjatuhkan sanksi berat terhadap Iran.

"Trump dengan mudah mengatakan bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi yang paling berat atau paling mengerikan terhadap Iran," ungkap Pezeshkian.

Presiden Iran tersebut menegaskan Teheran tidak akan mudah menyerah menghadapi tekanan Washington.

Ia menyatakan pemerintah tetap berdiri teguh dan berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam situasi yang disebutnya sebagai perang tidak seimbang.

Pezeshkian juga menyinggung prediksi pihak yang berseberangan dengan Iran.

Menurutnya, ada pihak yang memperkirakan Iran akan mengalami kondisi seperti Venezuela apabila pemerintahan Teheran jatuh akibat tekanan yang terus meningkat.

Namun, Pezeshkian menilai perkiraan tersebut tidak terbukti.

Ia justru mengklaim Iran mampu menunjukkan ketahanan melalui perlawanan, solidaritas, serta persatuan masyarakat.

"Musuh telah memperkirakan bahwa jika Iran jatuh, negara itu akan menjadi seperti Venezuela. Bukan hanya hal itu tidak terjadi, tetapi Iran malah menjadi kekuatan yang membuat dunia takjub dengan perlawanan, solidaritas, dan kohesinya," jelasnya.

Menurut Pezeshkian, kekuatan Iran tidak hanya bergantung pada kemampuan pemerintah menghadapi tekanan dari luar.

Persatuan masyarakat juga dinilai menjadi faktor penting untuk mempertahankan stabilitas negara.

Karena itu, pemerintah Iran disebut terus berupaya mencegah munculnya perpecahan di tengah masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title