Ditjen Bina Adwil Turun ke Gayo Lues, Kebutuhan 14 Ribu Pengungsi Dipastikan Aman
- Istimewa
Siap – Penanganan darurat di Kabupaten Gayo Lues terus dipercepat setelah bencana besar melanda wilayah tersebut.
Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) hadir langsung di lokasi pengungsian untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.
Unsur TNI, Polri, BPBD, dan perangkat daerah juga bergerak cepat mendukung pemulihan awal.
Dirjen Bina Adwil, Safrizal ZA, menegaskan pentingnya respons cepat pemerintah dalam masa tanggap darurat.
“Prioritas utama kita adalah memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, termasuk tempat tinggal sementara, logistik, dan layanan kesehatan,” kata Safrizal seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 3 Desember 2025.
Di lokasi pengungsian, pemerintah pusat menerima laporan lengkap dari Bupati Gayo Lues, Suhaidi.
Ia memaparkan kondisi terkini para pengungsi, ketersediaan logistik, hingga wilayah yang masih terisolasi.
"Hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia ada 3 orang, 1 orang masih dalam pencarian, pengungsi 14.850 jiwa/ 3.800 KK yang tersebar di seluruh wilayah Gayo Lues, warga terdampak 100 ribu lebih, 2.286 rumah terdampak dan sekitar 1500 unit rumah hanyut," katanya.
Suhaidi juga menyampaikan kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi pemerintah pusat.
"Kami berharap bisa menempatkan 1 helikopter di Kabupaten Gayo Lues, sehingga kami bisa terbantu menyalurkan bahan logistik ke lokasi yang belum tembus jalur daratnya, sekalian memantau keberadaan saudara-saudara kita yang masih terjebak, bantuan logistik kepada 14.000 pengungsi dan obat-obatan kepada seluruh masyarakat," ungkapnya.
Percepatan distribusi bantuan menjadi fokus utama mengingat banyaknya titik yang sulit dijangkau.
Hingga laporan disampaikan, para pengungsi telah memperoleh tempat penampungan sementara, layanan dapur umum, serta kebutuhan dasar lain.
Penyaluran logistik dilakukan dengan prioritas pada wilayah yang paling terdampak dan masih terisolasi.
Tim gabungan terus memantau perubahan situasi di lapangan.
Pemerintah daerah bersama Ditjen Bina Adwil menyiapkan langkah pemulihan tahap berikutnya, termasuk pendataan kerusakan rumah dan penyusunan rencana pemulihan jangka menengah.
Dukungan pemerintah pusat dipastikan terus mengalir.
“Pemerintah pusat memberikan dukungan penuh, semoga segera dikirimkan bantuan tambahan,” tegas Safrizal.
Dengan jumlah pengungsi yang besar dan wilayah terdampak yang luas, percepatan koordinasi lintas lembaga menjadi kunci pemulihan.