Aksi Cepat Dompet Dhuafa di Aceh: Fasilitas Umum Dipulihkan Setelah Bencana Banjir dan Longsor
- Istimewa
Siap – Pertanyaan sederhana dari seorang murid kecil, “Kapan kami bisa sekolah lagi, Bu?” menjadi gambaran memilukan kehidupan warga Gampong Kubu usai bencana banjir dan longsor besar yang melanda dua bulan lalu.
Di tengah suasana Ramadan yang seharusnya membawa ketenangan, desa ini masih bergulat dengan banjir lumpur tebal yang menenggelamkan ruang belajar, fasilitas kesehatan, hingga area bermain anak.
Pertanyaan itu ditujukan kepada Nora Rusaifa, Guru PAUD Tazkiyatun Nufus, yang setiap hari menghadapi kenyataan pahit: sekolahnya hingga kini belum bisa beroperasi.
Lumpur mengering menutupi lantai, menempel di dinding, dan memenuhi ruang bermain yang biasanya dipenuhi tawa anak-anak.
Di Bireuen, bencana tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga memutus akses warga.
Tiga bangunan berdampingan: PAUD, ruang bermain, dan Polindes, tidak lagi dapat digunakan.
Semua terhenti sejak banjir dan longsor menghantam desa kecil tersebut.
“Kalau kemarin lumpur yang di sini sebatas itu (dinding) mungkin ada sebatas itu ya,” kata Nora.
Ia menuturkan bagaimana sebagian barang bisa diselamatkan, termasuk perangkat wireless, tetapi banyak perlengkapan seperti buku dan kipas angin terendam tanpa sempat dievakuasi.
Dalam kondisi seperti ini, warga hanya bisa berharap ada bantuan yang datang tepat waktu.
Dan bantuan itu hadir melalui langkah cepat Dompet Dhuafa, yang bergerak bersama para mitra masjid dan lembaga lokal.
Pemulihan Fasum Dimulai: Air Bersih dan Pembersihan Total
Dompet Dhuafa pulihkan fasum Aceh
- Istimewa
Harapan warga mulai tumbuh ketika Dompet Dhuafa bersama mitra-mitra kebaikan: mulai dari Baitul Mal Masjid Izzatul Islam, Taman Serua RW 08, DKM Masjid Al Hidayah, Yayasan Nur Ilaahi Taman Serua, hingga Masjid An Nur—tiba di lokasi.
Kolaborasi ini menjadi titik balik bagi warga yang selama berminggu-minggu tidak melihat perubahan berarti di fasilitas umum mereka.
Tim Dompet Dhuafa menurunkan relawan, mengangkut logistik, serta mendistribusikan air bersih untuk membantu pembersihan fasum yang tertutup lumpur.
Fokus utama mereka adalah mengembalikan fungsi PAUD, ruang bermain, dan Polindes yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Banjir lumpur yang menempel di dinding dan lantai perlahan mulai terurai.