Como 1907 Baru Debut di Liga Champions, Tapi Modal Pemiliknya Bukan Kaleng-kaleng

Potret ilustrasi Como 1907 jadi tim debutan di Liga Champions yang menarik perhatian.
Sumber :
  • Instagram/comofootball

SiapComo 1907 bersiap mencatat babak paling bersejarah dalam perjalanan klub setelah memastikan diri tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya.

img_title Liga Champions Eropa 2026/27: Jelang Hadapi Como 1907, RB Leipzig Dibayang-bayangi Hasil Minor

Klub Italia yang berada di bawah kepemilikan Hartono bersaudara melalui Grup Djarum itu kini harus bersiap menghadapi persaingan dengan sejumlah raksasa Eropa.

Kehadiran Como di kompetisi elite tersebut semakin menarik perhatian setelah hasil undian mempertemukan mereka dengan Paris Saint-Germain (PSG), Manchester United, dan Barcelona.

img_title UEFA Setuju Como 1907 Pakai Stadion Giuseppe Sinigaglia untuk Laga Kandang Liga Champions Eropa 2026/27

Tiga klub yang memiliki pengalaman panjang di pentas Liga Champions itu akan menjadi ujian berat bagi skuad berjuluk I Lariani.

Dikutip dari kanal YouTube GARUDA TIMNAS, hasil drawing Liga Champions yang berlangsung di Monaco menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan. 

img_title Posisi Como 1907 Melorot di Klasemen Serie A Usai Kemenangan AS Roma dan Inter Milan

Selain Como, sejumlah duel besar juga muncul dalam hasil undian, termasuk Manchester United melawan Bayern Munchen serta Barcelona menghadapi Manchester City.

Namun, Como menjadi perhatian tersendiri karena untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub, mereka akan tampil di Liga Champions.

Kompetisi musim ini kembali menggunakan format 36 peserta. 

Beberapa klub akan menjalani debutnya di ajang tersebut, salah satunya Como.

Menariknya, perjalanan pertama Como di Liga Champions langsung mempertemukan mereka dengan lawan-lawan papan atas.

Mereka dijadwalkan menghadapi PSG, Manchester United, RB Leipzig, AEK Athens, Barcelona, Real Betis, Feyenoord, dan RC Lens.

Tiga nama di antaranya merupakan klub yang memiliki reputasi kuat di kompetisi Eropa, yakni PSG, Manchester United, dan Barcelona.

Pertandingan tersebut menjadi tantangan besar bagi Como.

Namun, laga melawan klub-klub elite juga memberikan kesempatan bagi para pemain I Lariani untuk mengukur kemampuan mereka di level tertinggi sepak bola Eropa.

Antusiasme terhadap debut Como juga terlihat dari para pemain dan suporter.

Setelah tiket Liga Champions dipastikan, mereka ikut menyaksikan proses pengundian lawan yang akan dihadapi pada fase liga.

Como berhak tampil di Liga Champions setelah menyelesaikan kompetisi Serie A musim sebelumnya di peringkat keempat.

Hasil tersebut membuat Nico Paz dan rekan-rekannya mendapatkan kesempatan tampil di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.

Halaman Selanjutnya
img_title