Hartono Bersaudara Bawa Como 1907 ke Panggung Eropa, Kekayaan Sang Owner Jadi Sorotan

Potret suporter Como 1907.
Sumber :
  • Instagram/comofootball

SiapComo 1907 mencatat sejarah baru setelah untuk pertama kalinya memastikan tempat di Liga Champions.

img_title Como 1907 Punya Rencana Gila, Tak Cari Sponsor Baru, Malah Bikin Brand Sendiri

Klub asal Italia yang dimiliki Hartono bersaudara melalui Grup Djarum itu kini bersiap menghadapi persaingan level tertinggi sepak bola Eropa.

Status sebagai pendatang baru justru membuat Como langsung menjadi sorotan.

img_title Bungkam Sinisme Eropa, Como 1907 Bantai Leipzig 4-1, Pembuktian Berkelas Bos Djarum di Panggung UCL!

Apalagi hasil undian mempertemukan I Lariani dengan sejumlah raksasa Eropa seperti Paris Saint-Germain (PSG), Manchester United, dan Barcelona.

Perjalanan Como menuju Liga Champions menjadi cerita menarik karena klub tersebut sebelumnya sempat berada dalam kondisi sulit. 

img_title Terungkap, Ini Strategi di Balik Sikap Tegas Djarum Lepas Sponsor Kelas Dunia dari Como: Bye Bye Adidas

Dalam kurun waktu beberapa tahun, mereka mampu bangkit dari Serie D hingga menembus Serie A dan akhirnya mendapatkan tiket tampil di kompetisi elite Eropa.

Dikutip dari kanal YouTube GARUDA TIMNAS, perhatian terhadap Como semakin besar setelah hasil drawing Liga Champions diumumkan di Monaco.

Sejumlah pertandingan besar langsung menjadi perbincangan, termasuk Manchester United menghadapi Bayern Munchen serta Barcelona melawan Manchester City.

Namun, Como juga menjadi salah satu klub yang paling banyak mendapat perhatian.

Sebab, untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, mereka akan merasakan atmosfer Liga Champions.

Musim ini kompetisi tersebut kembali menggunakan format 36 tim.

Dari jumlah itu terdapat sejumlah klub yang akan menjalani debut di Liga Champions, termasuk Como.

Dalam perjalanan pertamanya di ajang tersebut, Como langsung mendapatkan lawan-lawan tangguh. 

Mereka akan berhadapan dengan PSG, Manchester United, RB Leipzig, AEK Athens, Barcelona, Real Betis, Feyenoord, dan RC Lens.

Dari delapan lawan tersebut, tiga di antaranya memiliki sejarah panjang di Liga Champions, yakni PSG, Manchester United, dan Barcelona.

Pertandingan menghadapi ketiga klub tersebut tentu menjadi tantangan besar bagi Como.

Namun, laga itu sekaligus menjadi kesempatan bagi pemain-pemain I Lariani untuk mengukur kemampuan menghadapi klub papan atas Eropa.

Antusiasme juga terlihat dari para pemain dan pendukung Como. 

Setelah memastikan diri tampil di Liga Champions, mereka turut menyaksikan pengundian lawan bersama-sama.

Como mendapatkan tiket Liga Champions setelah mengakhiri musim sebelumnya di posisi keempat Serie A.

Halaman Selanjutnya
img_title