Netanyahu di "Prank" Trump?, Israel Panas Dingin Takut Dihajar Iran

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana serangan militer yang sebelumnya telah disiapkan untuk menghantam sasaran strategis di Iran, Israel dikabar langsung merasa khawatir.

img_title Bukan Sekadar Ancaman, IRGC Sebut Iran Kini Siap Mengubah Cara Berperang

Pasalnya, keputusan mengejutkan dari Gedung Putih yang kini lebih memilih mengedepankan jalur diplomasi dinilai membuka babak baru yang penuh ketidakpastian geopolitik.

Di balik peluang perundingan tersebut, para pejabat keamanan Israel justru mencemaskan kemungkinan terburuk: negara mereka harus menghadapi ancaman Iran sendirian tanpa dukungan militer langsung dari Washington apabila proses negosiasi tersebut berakhir gagal.

img_title Iran Makin Keras, AS Dihadapkan Pilihan Sulit: Negosiasi atau Perang Panjang?

Dilansir dari media ternama Israel Maariv yang mengutip sejumlah sumber keamanan dan militer melaporkan bahwa perubahan sikap Trump sebenarnya tidak sepenuhnya mengejutkan para pengambil keputusan di Tel Aviv.

Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden AS itu tercatat beberapa kali mengubah pendekatannya terhadap Iran, sehingga para pejabat intelijen Israel telah memperkirakan adanya kemungkinan pembatalan operasi militer tersebut.

img_title Trump Terjebak 'Skenario Horor' Iran? Maju Mati Kutu, Mundur Malu!

Namun demikian, sumber-sumber tersebut mengakui bahwa hingga kini sangat sulit menebak arah sebenarnya dari strategi jangka panjang Trump.

Seorang pejabat militer senior mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah ancaman penggunaan kekuatan militer yang berulang kali disampaikan Trump hanyalah bagian dari taktik tekanan psikologis untuk memaksa Teheran berkompromi dalam perundingan nuklir, atau benar-benar mencerminkan kesiapan Amerika Serikat untuk melancarkan perang terbuka.

Militer Israel Pertahankan Status Siaga Tinggi

Di tengah tingginya ketidakpastian itu, Israel memilih tidak mengambil risiko sedikit pun.

Meski Washington memberi kesempatan bagi berlangsungnya jalur diplomasi, militer Israel dipastikan tetap berada dalam kondisi siaga tinggi.

Sistem pertahanan udara multilayer Israel diperkuat di berbagai titik vital, sementara Angkatan Udara Israel (IAF) terus disiagakan secara penuh untuk merespons setiap potensi dinamika lapangan yang berkembang dari pihak Iran.

"Jika Iran melakukan kesalahan dengan menyerang Israel, mereka akan menerima serangan cepat dan tegas dari Angkatan Udara," kata seorang pejabat militer yang dikutip Maariv.

Di balik kesiapsiagaan tersebut, tersimpan kekhawatiran yang lebih besar di tingkatan strategis.

Kalangan keamanan Israel menilai penundaan operasi militer Amerika Serikat justru dapat memberikan keuntungan strategis yang sangat signifikan bagi Iran.

Halaman Selanjutnya
img_title