Kepergok di GBK, Strategi Brutal John Herdman Bikin Pelatih Vietnam Minder Hadapi Timnas Indonesia
- Instagram Timnas Indonesia
Siap – Setelah sukses membantai Oman dengan skor telak 3-0, Timnas Indonesia kembali tampil percaya diri usai melumat Mozambik 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Selasa malam, 9 Juni 2026.
Laga FIFA Matchday yang berlangsung sekira pukul 19:30 WIB ini menyuguhkan intensitas tinggi dari masing-masing tim.
Adapun gol tunggal skuad Garuda tercipta dari sepakan tajam Ole Romeny di menit ke-12.
Lantas benarkah performa Timnas Indonesia membuat lawan-lawan di ASEAN makin ketar ketir, bahkan sampai membuat pelatih Vietnam sampai harus mengintip strategi John Herdman? Simak ulasan berikut ini.
Disitat dari kanal YouTube GALZ, John Herdman menegaskan kalau bagaimanapun ia masih mencari komposisi terbaik sebagai bagian dari perjalanan menuju Piala Asia 2027.
Terbukti, di laga ini ada kontra strategi yang coba dijalankan John Herdman dari saat melawan Oman.
Yap, ketika melawan Oman, skuad Garuda langsung inisiatif pegang kendali permainan.
Potret ilustrasi pemain Timnas Indonesia U-19
- Istimewa
Akan tetapi di laga versus Mozambik khususnya di babak pertama, coach John nampaknya ingin menguji kemampuan para pemainnya untuk menjalankan sistem middle block, kemudian melakukan fast break ketika dapat bola.
Strategi itu cukup berhasil ketika para pemain Mozambik yang sepintas menguasai pertandingan, namun kesulitan saat memasuki sepertiga akhir wilayah pertahanan Timnas Indonesia.
Ya mereka sempat dapat beberapa peluang berbahaya. Namun itu sejatinya lebih kepada peran skill individu pemain.
Bagi John Herdman jelas ini tetap menjadi catatan evaluasi kan gitu. Yap, balik lagi di babak pertama.
Secara umum konsep permainan yang diinginkan pelatih asal Inggris ini cukup berhasil, termaksud hasil dari umpan Ragnar yang memanfaatkan ruang kosong di half space.
Meskipun begitu, beberapa peluang sejatinya harus bisa lebih klinis mengingat jika bermain seperti ini, pastilah John Herdman mengharapkan eksekusi yang efektif.
Dan jika dicermati lebih dalam, di match ini justru Kevin Diks yang lebih aktif bergerak ke depan.
Sedangkan Ridho lebih menjaga wilayah pertahanan. Sesuatu yang berbeda jika dibanding saat laga melawan Oman.
Ketika itu Ridho lebih banyak didorong maju ke depan untuk menciptakan overload di pertahanan lawan.