Prabowo Temukan Surat Tantangan Duel Dibungkus Mie Instan: Saya Berani Kalau Itu Permintaannya

Prabowo soal tantangan duel
Sumber :
  • Istimewa

"Pak Prabowo itu posisinya sekitar 15 kilometer dari wilayah kontak senjata. Pak Prabowo perintahkan sekarang berangkat Gus." 

img_title Ketika Prabowo Semprot Para Bintang TNI, Polisi dan Jaksa: Introspeksi!

"Nah ketika berangkat itulah yang sampai dengan hari ini saya tidak bisa melupakan. Saya sebagai ajudan beliau komandan saya mestinya segala sesuatunya kan saya mengerjakan terlebih dahulu, tapi ini justru sebaliknya," ujar dia. 

Contohnya, kata Agus, saat itu hujan besar, sungainya meluap. Sungai itu lebarnya kurang lebih sekitar 60 meter. 

img_title Tegas, Prabowo Sahkan Perpres Anti LGBT: Membahayakan Kedaulatan Negara

"Tapi beliau ingin di depan. Nah saya sebagai ajudan kan mengatakan jangan pak, saya yang di depan. Tapi beliau tetap ngotot, tidak saya harus di depan. Jadi beliau nyebrang duluan, saya malah jadi kayak komandan gitu, saya mendampingi beliau jadi terbalik-balik." 

Hingga akhirnya sampailah ke titik yang terjadi kontak tembak itu, di daerah sekitar Gunung Haidato. 

img_title Dituding 'Lembek' ke Prabowo Tapi Garang ke Jokowi, Rocky Gerung Blak Blakan Bilang Saya.....

"Malam harinya, beliau menemukan ada sebuah kertas tulisan dibungkus kantong Supermi, dan di situ dituliskan, Prabowo kalau kamu berani satu lawan satu," kata Agus.

Mendapati tantangan tersebut, Prabowo bukannya takut malah sebaliknya. Ia meladeni tawaran musuh.   

"Prabowo bukan ciut, dia perintahkan pasukannya dan kita bergerak masuk ke hutan malam hari. Saya sampaikan sama beliau, pak ini sudah malam pak, kita tidak bisa melihat kanan kiri, tapi Pak Prabowo tetap ladenin satu lawan satu."

Pada Agus, Prabowo menegaskan dirinya tak akan mundur sejengkal pun. 

"Tidak apa-apa Gus, saya berani lakukan itu kalau memang itu permintaan dia. Saya sebagai ajudan mengatakan jangan pak, kita selesaikan besok saja," kenang Agus mengingat pengalamannya tersebut. 

Benar saja, setibanya di lokasi musuh, Prabowo langsung dihujani tembakan.

"Pak Prabowo nembak juga, dia paling depan, malam hari. Saya bilang, pak hentikan pak, kita lebih baik evakuasi teman-teman kita yang terluka," ucap Agus mengingatkan.

Mendengar permintaan anak buahnya itu, Prabowo akhirnya menyudahi pertempuran dan memilih untuk segera mengevakuasi prajuritnya yang terluka.