Begini Respon Kementan soal Kelangkaan Beras di Pasaran

Ikhtiar Kementan ditengah naiknya harga beras
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Kelangkaan beras dipasaran telah menyebabkan harga kebutuhan pokok tersebut naik secara signifikan. Kondisi itu dipicu berbagai faktor. Lantas seperti apa upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengatasinya. 

img_title Bareskrim Polri dan Bea Cukai Diminta Tindak Gudang Beras dan Daging Beku di Kalbar

Adapun penyebab naiknya harga beras disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah cuaca ektrim akibat hantaman El Nino, yang berdampak pada produktivitas sektor pertanian. 

Hal itu memicu pergeseran masa tanam dan masa panen menyebabkan kelangkaan beras dipasaran, sehingga menyebabkan harga kebutuhan pokok itu naik secara signifikan.

img_title Harga Minyak Mendadak Naik Setelah AS Serang Iran, Ada Apa di Selat Hormuz?

Kondisi ini juga mendorong harga-harga komoditas lainnya naik sehingga memicu terjadinya inflasi.

Tak tinggal diam, Kementan pun terus melakukan pembenahan besar-besaran untuk meningkatkan produksi pangan strategis, utamanya padi dan jagung. Di antaranya dengan menggerakkan sumberdaya manusia (SDM) pertanian khususnya penyuluh pertanian, widyaiswara, guru dan dosen. 

img_title Jalur Minyak Dunia Lumpuh? Iran Gembok Selat Hormuz, Houthi Hantam Tanker Arab Saudi di Laut Merah,Krisis di Depan Mata?

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, dalam satu tahun ini pihaknya  focus menggerakkan SDM pertania untuk mendokrak produktifitas untuk menjaga ketersediaan pangan di Indonesia. 

“Kita fokus meningkatkan produksi dan produktivitas pangan Indonesia. Kita tidak sendiri ada PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) untuk mendampingi para petani di lapangan," katanya dikutip pada Selasa, 20 Februari 2024.

“Sedangkan masalah utama dalam penurunan produksi adalah pupuk, keterbatasan alsintan serta kesulitan benih. 2019-2022 swasembada kita raih 2 kali dan menurun karena El Nino, tapi saat ini kita bersinergi untuk meraih kembali swasembada,” sambungnya.

Tentunya, kata Andi Amran, hal ini menuntut peningkatan kinerja penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan pertanian sebagai fungsi peningkatan kualitas. 

"Dan juga kuantitas SDM pertanian melalui pendampingan efektif kepada pelaku usaha tani di lapangan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, bahwa saat ini 10 negara sudah mengalami krisis pangan akibat dampak covid, climate change dan El Nino.

Bahkan Myanmar dan Vietnam yang merupakan negara produsen, menahan beras mereka untuk ekspor untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri.

“Peningkatan produktivitas dan produksi pertanian diantaranya tersedianya sarana prasarana pertanian seperti pupuk, benih, pestisida, irigasi, asuransi selain itu petani mengerti memahami informasi teknologi pertanian." 

Halaman Selanjutnya
img_title