Iran Keluarkan Jurus Pamungkas Hadapi AS? Harga Minyak Dunia Kian Mendidih, Siap siap Krisis?
- Istimewa
Siap –Harga minyak mentah dunia kembali bergerak menguat pada perdagangan Rabu (22/7) akibat kekhawatiran atas gangguan pasokan global yang kian memuncak.
Eskalasi militer di kawasan Timur Tengah yang terus meluas menjadi pemicu utama lonjakan harga si emas hitam di pasar internasional.
Kenaikan ini dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran yang memasuki malam ke-11 berturut-turut, serta laporan serangan drone Iran ke wilayah Kuwait.
Situasi memanas tersebut langsung direspon cepat oleh pergerakan harga minyak di bursa global.
Mengutip Laporan Reuters, minyak mentah berjangka jenis Brent menguat 0,55 persen atau 50 sen ke posisi 91,51 dolar AS per barel setelah pembukaan pasar.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,36 persen atau 30 sen menjadi 84,64 dolar AS per barel.
Lonjakan ini melanjutkan tren penguatan setelah sehari sebelumnya minyak mentah ditutup pada level tertinggi dalam lima minggu terakhir.
Pasar mengkhawatirkan dampaknya terhadap rantai pasok energi global jika konflik tak kunjung mereda.
Konflik Meluas hingga Blokade Jalur Pelayaran Eskalasi militer makin meluas setelah militer AS menggempur sasaran di wilayah selatan dan barat Iran, yang dibalas Iran dengan menyerang fasilitas AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Ketegangan makin memanas usai militer AS melancarkan gelombang serangan terbaru pada Selasa malam waktu setempat.
Di saat bersamaan, angkatan udara Kuwait dilaporkan tengah mencegat sejumlah drone milik Iran.
Kondisi diperparah oleh keterlibatan kelompok Houthi asal Yaman yang bersekutu dengan Iran. Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi dan mengancam akan menyerang kapal-kapal pengangkut minyak mentah Saudi di Selat Bab el-Mandeb.
Jalur perairan Bab el-Mandeb di Laut Merah tersebut kini menjadi krusial bagi ekspor minyak Saudi, menyusul anjloknya lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz pasca runtuhnya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran awal bulan ini.
Biaya Perang Membengkak dan Pantauan Stok Minyak
Konflik bersenjata ini juga menyedot anggaran militer yang sangat besar. Dari sisi finansial, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengungkapkan bahwa biaya operasi militer AS dalam konflik dengan Iran telah menelan anggaran hingga 37,5 miliar dolar AS, melonjak sekitar 8 miliar dolar AS dari estimasi sebelumnya. Di samping faktor geopolitik, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kondisi persediaan energi di Negeri Paman Sam.