Perang Iran dan Popularitas yang Merosot, Trump Hadapi Ujian Berat
- Istimewa
Strategi ini dinilai tidak hanya berkaitan dengan kepentingan Teheran dalam konflik, tetapi juga berpotensi menambah tekanan politik terhadap Trump menjelang pemungutan suara.
Sejumlah pejabat senior Iran menyebut pemerintah mereka menilai kesepakatan yang dicapai terlalu cepat justru dapat memberikan keuntungan politik bagi presiden AS.
Menurut tiga pejabat senior yang berbicara secara anonim, Teheran mempertimbangkan perpanjangan pembicaraan agar Trump tidak memperoleh keuntungan politik menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026.
Salah satu pejabat Iran juga menyatakan bahwa para pemimpin negara tersebut tengah mempersiapkan kemungkinan serangan baru dari AS dan Israel.
Dengan demikian, perhatian Teheran tidak hanya tertuju pada upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Para pejabat tersebut menyebut Iran tidak ingin memberikan kemenangan politik kepada Trump.
Lantas, mengapa pemilihan sela menjadi begitu penting bagi kedua negara?
Pemungutan suara pada 3 November 2026 akan menentukan partai yang mengendalikan Kongres AS.
Sementara itu, perang yang telah berlangsung sekitar delapan bulan disebut ikut menekan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Trump.
Kekhawatiran warga Amerika mengenai mahalnya harga bensin juga berpotensi menjadi persoalan bagi Partai Republik.
Analis Teheran, Saeed Leilaz, menilai Iran dapat memengaruhi dinamika politik Amerika dengan memperpanjang pembicaraan tanpa melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Selama kesepakatan belum tercapai dan ketegangan masih berlangsung, perang serta harga energi berpotensi terus menjadi beban bagi pemerintahan Trump menjelang pemilihan.
Meski berpotensi menambah tekanan politik terhadap Washington, keputusan Iran untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan juga membawa konsekuensi bagi Teheran.
Salah satu persoalan utama dalam negosiasi adalah Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi pengiriman energi dunia yang secara efektif tertutup sejak perang dimulai.
Perbedaan tuntutan antara Washington dan Teheran semakin mempersulit tercapainya kesepakatan.
Ketidakpercayaan Iran terhadap Amerika Serikat juga menjadi penghalang dalam proses perundingan.
Seorang pejabat Teheran menyebut serangan militer sebelumnya telah menggagalkan proses negosiasi yang tengah berlangsung.
Direktur Program di Middle East Institute Washington, Alex Vatanka, mengatakan para pemimpin Iran ingin memberikan kerugian politik kepada Trump.