Iran Jadi Target, Israel Malah Dihantui Ancaman Perpecahan Internal
- Gemini AI
Teknologi yang digunakan dalam rudal Iran juga disebut telah mengalami perkembangan.
Balali mengklaim persenjataan tersebut kini memiliki kemampuan yang semakin canggih dan dapat memberikan ancaman serius dalam konflik.
Menurut Balali, berbagai sanksi yang diberlakukan terhadap Iran tidak lagi mampu menghentikan perkembangan industri persenjataan negara tersebut.
Ia juga menyatakan kemampuan militer Iran saat ini memungkinkan Teheran memberikan respons kuat apabila mendapat serangan dari pihak lawan.
Kemampuan produksi dan peluncuran rudal Iran, lanjutnya, disebut telah dipersiapkan untuk tetap berjalan meskipun konfrontasi dengan musuh berlangsung dalam waktu yang panjang.
Pejabat Iran juga disebut telah menyiapkan berbagai skenario komprehensif mengenai penggunaan persenjataan dalam menghadapi kemungkinan konflik.
Menurutnya, seluruh keputusan terkait operasi militer tersebut tetap berada di bawah arahan dan pengawasan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Rangkaian perkembangan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara Washington dan Teheran masih berada dalam kondisi yang sangat dinamis.
Setiap langkah militer maupun diplomatik berpotensi mengubah arah konflik dalam waktu singkat.
Amerika Serikat terus menambah kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah, sementara Presiden Donald Trump masih membuka kemungkinan dilakukannya operasi militer baru terhadap Iran.
Di sisi lain, upaya Iran untuk mendorong gencatan senjata belum menghasilkan kesepakatan.
Kondisi tersebut membuat ketegangan antara kedua negara masih berpotensi meningkat, terutama ketika opsi diplomasi dan ancaman militer terus berjalan secara bersamaan.