Iran Jadi Target, Israel Malah Dihantui Ancaman Perpecahan Internal
- Gemini AI
Kondisi itu dinilai dapat menjadi faktor tambahan yang memperbesar ketidakstabilan internal Israel ketika negara tersebut juga menghadapi tekanan akibat konflik di berbagai wilayah.
Di tengah persoalan tersebut, Israel dilaporkan tetap mempersiapkan sejumlah kemungkinan operasi militer baru terhadap Iran.
Langkah tersebut dapat dilakukan bersama Amerika Serikat ataupun secara mandiri, tergantung perkembangan situasi kawasan.
Persiapan itu berlangsung ketika ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat sementara jalur diplomasi belum menunjukkan hasil yang pasti.
Israel Hayom dalam laporan pada Senin, 5 Oktober 2026, menyebut militer Israel tengah menyiapkan sejumlah skenario untuk menghadapi kemungkinan serangan terhadap Teheran.
Dalam waktu yang sama, hubungan intelijen dan kerja sama operasional antara militer Israel dan Amerika Serikat disebut masih berlangsung erat.
Militer Israel juga mempersiapkan opsi serangan pencegahan maupun kemungkinan melakukan serangan balasan apabila Iran terlebih dahulu melancarkan aksi militer.
Meski demikian, laporan tersebut menyebut peluang Israel atau Amerika Serikat melancarkan serangan baru sebelum pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada November dinilai relatif kecil.
Bagi Israel, program nuklir Iran tetap menjadi salah satu persoalan utama yang dianggap mengancam keamanan negara tersebut.
Sementara itu, Iran menunjukkan sikap bahwa ancaman dari Washington maupun Tel Aviv tidak akan membuat Teheran menghentikan perlawanannya.
Komandan Pasukan IRGC, Ismail Khani menyebut Iran kini memasuki fase baru dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai hegemoni Amerika Serikat dan Israel.
Ia bahkan menilai Amerika Serikat sedang menghadapi kondisi yang memalukan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Amerika Serikat menyelesaikan proses penarikan pasukannya dari Irak.
Di Lebanon, Hizbullah juga masih mempertahankan keberadaannya meskipun Amerika Serikat dan Israel sebelumnya mengklaim telah menghancurkan kelompok tersebut.
Khani menilai perkembangan di Irak dan Lebanon menjadi gambaran bahwa pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah tidak lagi sekuat sebelumnya.
Iran juga berupaya menunjukkan perkembangan kemampuan militernya.
Dari sisi persenjataan, Teheran menyatakan telah meningkatkan kapasitas produksi dan peluncuran rudal.
Penasihat senior Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Brigadir Jenderal Ali Balali menyebut Iran kini mampu memproduksi sekaligus meluncurkan rudal dalam jumlah yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya.