Data Intelijen Bocor, Iran Bersiap Hadapi Perang Besar AS-Israel

Ilustrasi perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel
Sumber :
  • Istimewa

Houthi melancarkan dua operasi militer besar menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone yang menyasar Riyadh serta fasilitas Aramco di Yanbu pada Sabtu, 19 September 2026

img_title Operasi Rahasia AS di Iran Jadi Polemik, Teheran Ungkap Versi Berbeda

Arab Saudi menyatakan telah mencegat rudal-rudal tersebut. Amerika Serikat menilai Houthi mendapat dukungan Iran.

Sedangkan Teheran membantah keterlibatan dalam serangan itu. 

img_title Iran Cemooh Narasi Ala Hollywood di Balik Kekalahan AS: Sejak Awal Perang Trump Cuma Menang Lewat Imajinasi

Konflik Houthi turut meningkatkan tekanan di Selat Bab Al Mandab, salah satu jalur utama pelayaran antara Laut Merah dan Asia. 

Sementara itu, Selat Hormuz tetap menjadi titik penting dalam konflik Teheran dan Washington. 

img_title Geger, Laporan Internal Pentagon Bocor! Stok Amunisi AS Kian Menipis, Irang Tantang Perang Terbuka?

Tekanan di dua jalur pelayaran ini dapat mengganggu arus perdagangan dan pasokan energi internasional.

Meski menyiapkan respon militer, Republik Islam masih membuka jalur diplomasi melalui mediator. 

Melalui Qatar, Teheran menyiapkan syarat untuk kembali bernegosiasi dengan Amerika Serikat. 

Syarat itu antara lain mengakhiri perang di semua front, memulihkan aset Iran yang dibekukan, dan menghentikan blokade laut. 

Artinya, Teheran menjalankan dua jalur sekaligus menyiapkan respon militer sambil mempertahankan komunikasi diplomatik.

Ketegangan ini juga akan menjadi agenda Trump dalam sidang umum PBB di New York. 

Trump dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin negara untuk membahas Republik Islam, Yaman, Gaza dan keamanan kawasan. 

Trump juga terbuka untuk bertemu dengan Presiden Masoud Pezeshkian. 

Namun, Teheran sebelumnya menunjukkan preferensi untuk bernegosiasi melalui perantara, bukan bertemu langsung dengan Washington. 

Hingga kini belum ada konfirmasi bahwa Amerika Serikat dan Israel telah memutuskan untuk memulai perang skala penuh. 

Namun, Teheran mengeklaim mendapat informasi soal serangan baru.

Sementara Amerika Serikat tetap mempertimbangkan sejumlah opsi terhadap Republik Islam. 

Di saat yang sama, konflik hati dengan Arab Saudi meningkat Selat Hormuz dan Bab Al Mandab tetap menjadi titik rawan.

Jalur diplomasi melalui Qatar juga masih terbuka. Lantas apakah diplomasi mampu mencegah eskalasi atau kawasan ini akan kembali memasuki fase perang?

Ultimatum Keras dari Teheran

Sementara itu, dikutip dari Tasnim News, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran kembali memperingatkan AS dan negara-negara kawasan.

Mereka mengingatkan, bahwa tindakan permusuhan apa pun terhadap Republik Islam akan memicu serangan yang berkelanjutan, efektif, dan menyakitkan terhadap posisi serta kepentingan mereka di kawasan tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title