Data Intelijen Bocor, Iran Bersiap Hadapi Perang Besar AS-Israel

Ilustrasi perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Republik Islam Iran kembali membaca adanya tanda-tanda perang besar akan pecah. Teheran menilai Amerika Serikat dan Israel sedang menyiapkan skenario perang skala penuh. 

img_title Peta Konflik Teluk Memanas: Houthi Kunci Bab al-Mandab, Arab Saudi Keteteran!

Dikutip dari kanal YouTube Kompas, Teheran, Iran mengeklaim mendapat informasi soal rencana serangan baru Amerika Serikat. 

Lalu apakah konflik ini akan kembali memasuki fase perang? Teheran meyakini Amerika Serikat dan Israel sedang menyiapkan skenario perang skala penuh.

img_title Iran Ajukan Syarat Berat, Amerika Harus Penuhi Ini Sebelum Berunding

Akademisi Iran, Mostafa Khoshcheshm menyampaikan pandangan itu kepada Al Jazeera. 

Menurutnya, berbagai skenario yang berkembang menunjukkan resiko konflik yang lebih besar. 

img_title Konflik Iran-AS Merembet, Houthi dan Saudi Masuk Pusaran

Karena itu, Teheran perlu menyiapkan respon keras dan tidak hanya mengandalkan diplomasi. 

"Teheran meyakini bahwa semua skenario menunjukkan AS dan Israel sedang bersiap untuk perang skala penuh," katanya. 

Salah satu pilihan yang disebut dapat digunakan Republik Islam untuk menekan AS adalah membatasi akses kapal melalui Selat Hormuz.

Jalur ini merupakan salah satu rute penting bagi perdagangan energi dunia. 

Khoshcheshm menilai, pembatasan dalam waktu tertentu dapat mendorong harga minyak naik, dan menambah tekanan ekonomi terhadap AS. 

Al Jazeera melaporkan arus minyak melalui Selat Hormuz juga telah turun tajam dibandingkan sebelum perang.

Kekhawatiran Teheran meningkat setelah Republik Islam mengeklaim mendapat informasi intelijen tentang rencana serangan baru Amerika Serikat. 

Teheran menyebut Washington sedang mempersiapkan kampanye pengeboman baru.

Klaim ini muncul saat Donald Trump memperpendek kunjungannya ke Camp David, Maryland, dan kembali ke Gedung Putih pada Sabtu malam, 19 September 2026. 

Ia menyebut sejumlah pilihan terhadap Teheran mulai dari tekanan militer, tekanan ekonomi, hingga kesepakatan. 

Sejumlah pemerintah di Timur Tengah pun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan eskalasi baru.

Iran memperingatkan serangan baru akan dibalas dengan menyasar pangkalan dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan. 

Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC juga mengisyaratkan respon dapat menjangkau aset militer Amerika Serikat di sekitar Teluk Oman hingga laut Arab. 

Namun di tengah ancaman itu, pejabat Iran menegaskan bahwa Teheran tidak menginginkan perang berkepanjangan.

Ketegangan ini berlangsung bersamaan dengan memanasnya konflik Houthi dan Arab Saudi di Yaman

Halaman Selanjutnya
img_title