Geger!! Ternyata AS Mati Kutu Hadapi Iran, Trump Frustasi, Hasil Rapat Terbatas Bocor?
- Istimewa
Siap –Ditengah sskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran yang hingga saat masih berlangsung dan kian mendidih, publik mendadak dikejutkan oleh kabar tak biasa dari negeri paman sam itu.
Baru baru ini Presiden AS Donald Trump dikabarkan semakin frustrasi lantaran Iran tak kunjung memenuhi tuntutannya di tengah konflik yang terus berlarut di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah pejabat AS mengungkapkan bahwa Trump sangat kesal karena Teheran tetap bergeming meskipun Washington telah berulang kali meningkatkan tekanan ekonomi dan sanksi diplomatik.
Sontak kondisi tersebut memicu serangkaian rapat tertutup yang berlangsung panas di lingkup Gedung Putih.
Bahkan, percakapan via telepon bernada tinggi terjadi antara Trump dengan sejumlah sekutu internasional AS.
Eskalasi ketegangan ini memperlihatkan betapa buntu strategi diplomasi yang dijalankan Washington saat ini.
Disitat dari laporan CNN Internasional, Trump bahkan sampai menggelar rapat kabinet khusus di Camp David pada Jumat (31/7) waktu setempat.
Pertemuan tingkat tinggi itu digelar sebagai upaya krusial mencari terobosan baru setelah berbagai langkah diplomatik untuk meredakan konflik dengan Iran menemui jalan buntu.
Saat ditanya wartawan mengenai langkah selanjutnya untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi, Trump enggan membeberkan strategi spesifik yang akan ditempuh pemerintahannya.
"Saya pikir kami hanya ingin menang," kata Trump.
Ia kemudian menyinggung kondisi internal Iran yang menurut pandangannya akan terus melemah seiring berjalannya waktu akibat isolasi ketat dari dunia internasional.
"Mereka akan semakin lemah. Mungkin sekarang mereka sedikit lebih kuat. Lalu mereka akan melemah lagi. Dan akhirnya akan habis dengan sendirinya," ujar Trump.
Namun di balik pernyataan optimis tersebut, ancaman nyata yang terus datang dari Iran mulai memengaruhi aktivitas harian serta protokol pengamanan Presiden AS.
Salah satu insiden nyata terjadi ketika Trump kembali dari kunjungan kerjanya di Turki beberapa waktu lalu.
Pemerintah AS mendadak memutuskan mengganti pesawat Air Force One yang digunakan Trump setelah muncul laporan peningkatan ancaman potensial dari Iran.
Menurut para pejabat AS, keputusan drastis itu diambil sebagai langkah antisipasi ketat atas situasi keamanan yang memburuk di kawasan.