Lancarkan Serangan Skala Besar: Trump: 50 Ribu Tentara AS Siaga Tinggi di Timteng, Sinyal Perang Terbuka Dimulai?

Potret ilustrasi tentara AS
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kian mendidih, Amerika Serikat (AS) secara resmi melancarkan gempuran militer skala besar yang menyasar langsung wilayah kedaulatan Iran pada Kamis (30/7/2026).

img_title Pangkalan Militer Suriah Diserang Israel, Turki dan AS Kompak Bantah Klaim Netanyahu

Langkah drastis ini diambil Washington sebagai bentuk aksi balasan atas rentetan gempuran Iran terhadap pangkalan dan fasilitas militer miliknya di Timur Tengah, termasuk yang berlokasi di Yordania.

Dilansir dari berbagai sumber, memuncaknya ketegangan dua negara tersebut tepat sebelum aksi pembalasan ini diluncurkan.

img_title CIA dan Mossad Kewalahan Lacak Keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, 5 Cara Ini Nggak Mempan

Pihak Komando Pusat AS (CENTCOM) sempat membeberkan bahwa Iran berencana melancarkan 'serangan kejutan' yang membidik fasilitas militer AS di Yordania.

Beruntung, manuver covert tersebut berhasil digagalkan secara total oleh militer Amerika.

img_title Iran Hadapi Perang Total dengan AS, Satu Jalur Strategis Jadi Taruhan Dunia

Tak butuh waktu lama bagi Trump untuk membuktikan gertakannya.

CENTCOM mengonfirmasi pada hari Kamis bahwa gelombang serangan balik beruntun telah tuntas dieksekusi dengan sukses.

Gempuran udara ini menyasar titik-titik krusial di dalam negeri Iran sebagai jawaban atas serangan rudal yang sebelumnya diresmikan Teheran kepada pasukan AS.

Lebih jauh lagi, pihak militer AS menjelaskan bahwa operasi masif ini bukan sekadar pamer kekuatan, melainkan langkah strategis.

CENTCOM juga menambahkan bahwa tujuan serangan tersebut adalah untuk mengurangi ancaman yang ditimbulkan oleh Iran dan proksinya terhadap pasukan AS, pelayaran komersial, dan negara-negara Teluk.

Sinyal perang terbuka kini berembus kian kencang di seluruh kawasan.

Kabarnya menurut data terkini pertahanan AS, eskalasi militer kali ini melibatkan koordinasi serangan udara berpresisi tinggi yang mengincar infrastruktur logistik strategis guna melumpuhkan kemampuan respons cepat Teheran.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan aksi tanggapan dari Teheran maupun kelompok proksinya, militer Amerika Serikat menyiagakan penuh pasukannya di seluruh kawasan.

Komando Pusat AS juga menekankan bahwa "lebih dari 50.000 tentara AS saat ini ditempatkan di Timur Tengah dan berada dalam keadaan siaga dan kesiapan tinggi.