Konflik AS dan Iran Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia, Ini Penyebabnya
- Istimewa
Siap – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan terus berkembang dengan munculnya potensi eskalasi baru di kawasan Laut Merah.
Di tengah meningkatnya ancaman militer, Iran disebut mulai menyiapkan langkah strategis yang dapat berdampak langsung terhadap jalur pelayaran internasional dan distribusi energi global.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dikabarkan telah mengirim perwakilannya ke Yaman untuk mengawasi rencana operasi di kawasan tersebut.
Kehadiran perwakilan IRGC disebut berkaitan dengan skenario penutupan Laut Merah apabila Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas pembangkit listrik di Iran.
Dalam skenario tersebut, Selat Bab Al Mandab yang menjadi pintu masuk utama menuju Laut Merah diposisikan sebagai titik strategis.
Keputusan mengenai waktu pelaksanaan penutupan jalur pelayaran internasional itu disebut berada di tangan perwakilan IRGC yang telah berada di lokasi.
Rencana tersebut mencuat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman kepada Teheran.
Trump menyatakan akan menyerang sejumlah pembangkit listrik hingga jembatan di Iran pada pekan depan apabila pemerintah Iran menolak kembali ke meja perundingan.
Mengutip laporan Reuters, tiga sumber pejabat, terdiri atas dua pejabat Iran dan satu pejabat dari negara Arab, mengungkapkan bahwa skenario penutupan jalur pelayaran strategis itu telah dibahas dan disetujui oleh jajaran pimpinan tertinggi Iran.
Instruksi tersebut juga disebut telah disampaikan secara langsung kepada kelompok Houthi di Yaman.
"Kelompok Houthi telah merampungkan persiapan untuk menyerang kapal-kapal dengan mengerahkan rudal dan drone di sekitar Selat Bab Al Mandab, tepatnya di dataran tinggi Yaman yang menghadap Hodeidah dan Teluk Aden. Mereka kini hanya menunggu perintah untuk memulai operasi," ungkap seorang sumber pejabat di kawasan yang dekat dengan Houthi.
Apabila skenario tersebut benar-benar dijalankan, ancaman terhadap keamanan Laut Merah dan Selat Bab Al Mandab diperkirakan akan memperburuk kondisi pasar energi dunia.
Sebelumnya, distribusi energi global telah mengalami tekanan setelah Iran mengambil langkah menutup Selat Hormuz.
Selat Bab Al Mandab dan Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai dua jalur utama yang menopang arus perdagangan internasional serta distribusi minyak dunia.