Perang Makin Panas! Trump Obral Ancaman, Iran Gunakan Strategi Maritim, Krisis Energi Dunia di Depan Mata?

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kini memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan.

img_title Iran Tak Gentar Perang Berkepanjangan, AS Mulai Hitung Persediaan Senjata

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan telah menerjunkan perwakilannya ke Yaman.

Kehadiran IRGC bertujuan mengawasi rencana penutupan Laut Merah apabila AS nekat menyerang fasilitas pembangkit listrik di Iran.

img_title Iran Bertekad untuk Terus Melawan hingga AS-Israel Kalah Total

Langkah strategis ini menempatkan Selat Bab Al Mandab pintu masuk utama menuju Laut Merah sebagai titik krusial.

Keputusan akhir mengenai kapan jalur pelayaran internasional tersebut akan ditutup berada di tangan perwakilan IRGC yang sudah berada di lapangan.

img_title Di Tengah Perang Iran-AS, Kanada Dapat Sindiran Tak Terduga dari Teheran

Donald Trump Obral Ancaman, Teheran Balas Strategi Maritim

Skenario penutupan jalur laut ini mencuat setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras.

Donald Trump menyatakan bakal menyerang berbagai pembangkit listrik hingga jembatan di Iran pada pekan depan jika Teheran menolak kembali ke meja perundingan.

Disitat dari  laporan Reuters, tiga sumber pejabat dua berasal dari Iran dan satu dari negara Arab mengungkapkan bahwa rencana penutupan jalur pelayaran strategis tersebut telah dimatangkan di tingkat kepemimpinan tertinggi Iran.

Pesan instruksi tersebut juga telah disampaikan secara langsung dan diterima oleh kelompok Houthi di Yaman.

Kesiapan Pasukan Militer: "Kelompok Houthi telah merampungkan persiapan untuk menyerang kapal-kapal dengan mengerahkan rudal dan drone di sekitar Selat Bab Al Mandab, tepatnya di dataran tinggi Yaman yang menghadap Hodeidah dan Teluk Aden. Mereka kini hanya menunggu perintah untuk memulai operasi," ungkap seorang sumber pejabat di kawasan yang dekat dengan Houthi.

Ancaman Krisis Energi Global dan Blokade Maritim

Ancaman terhadap keamanan Laut Merah dan Selat Bab Al Mandab diprediksi bakal memperparah krisis energi global.

Sebelumnya, pasokan pasokan energi dunia sudah terguncang akibat langkah Iran menutup Selat Hormuz.

Sebagai informasi, Selat Bab Al Mandab dan Selat Hormuz merupakan dua urat nadi utama lalu lintas minyak dan perdagangan dunia.

Jika Houthi benar-benar melancarkan serangan terhadap kapal maupun pelabuhan di Laut Merah, dua rute ekspor minyak utama Timur Tengah dipastikan lumpuh.

Kondisi ini tak hanya membuka front pertempuran baru dalam konflik AS-Iran, tetapi juga berisiko melumpuhkan perekonomian global.

Halaman Selanjutnya
img_title