Pesan Tegas Mojtaba Khamenei Picu Kekhawatiran, Iran Siap Bertindak?

Potret ilustrasi Mojtaba Khamenei.
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Pernyataan terbaru Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

img_title Iran Bertekad untuk Terus Melawan hingga AS-Israel Kalah Total

Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen membalas kematian Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel.

Mojtaba Khamenei menyampaikan bahwa pembalasan atas kematian ayahnya merupakan tuntutan yang tidak dapat dihindari.

img_title Di Tengah Perang Iran-AS, Kanada Dapat Sindiran Tak Terduga dari Teheran

Menurutnya, langkah tersebut menjadi kehendak seluruh rakyat Iran dan harus diwujudkan.

Pernyataan itu disampaikan melalui pesan tertulis yang dipublikasikan di akun Telegram pribadinya pada Sabtu, 11 Juli 2026.

img_title Perang AS-Iran Belum Reda, Dugaan Pembahasan Nuklir Terungkap

Pesan tersebut dirilis bertepatan dengan prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, mantan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran.

Upacara itu digelar beberapa bulan setelah Ali Khamenei gugur akibat serangan udara terkoordinasi yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Mojtaba menegaskan bahwa upaya membalas kematian ayahnya bukan hanya menjadi kebijakan pemerintah, melainkan telah berkembang menjadi tuntutan seluruh bangsa Iran.

"Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," katanya dalam surat yang ditandatangani pada Jumat, 10 Juli 2026.

Ia juga menekankan bahwa tekad tersebut tidak bergantung pada siapa pun yang sedang memimpin Iran.

Menurutnya, komitmen untuk melakukan pembalasan akan tetap berjalan meski terjadi pergantian kepemimpinan.

"Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya maupun pejabat-pejabat lainnya. Baik kami hadir atau tidak, hal itu akan terjadi," imbuhnya, seperti dilansir kantor berita AFP.

Sejak serangan udara pada Februari 2026, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terus berada dalam kondisi yang penuh ketegangan.

Banyaknya warga yang menghadiri upacara pemakaman nasional Ayatollah Ali Khamenei dinilai menjadi simbol kuat solidaritas sekaligus perlawanan masyarakat Iran terhadap tekanan dari pihak luar.

Di bagian akhir pesannya, Mojtaba Khamenei kembali menyatakan tekad Iran untuk membalas pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian ayahnya beserta korban lain dalam konflik tersebut.

"Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tercela itu," kata Khamenei dalam pesan tersebut.

Sejumlah analis internasional menilai pernyataan Mojtaba Khamenei menjadi sinyal bahwa arah kebijakan Iran di bawah kepemimpinannya diperkirakan tetap mempertahankan sikap keras terhadap Amerika Serikat dan para sekutunya di kawasan Timur Tengah.