Iran Kembali Gempur Fasilitas Militer AS, Serangan Berikutnya Akan Jauh Lebih Keras?

Ilustrasi serangan Iran yang membuat Amerika Serikat kewalahan.
Sumber :
  • siap.viva/AI

Siap – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serangan terbaru yang diklaim menyasar fasilitas militer AS di Yordania.

img_title Bukan Sekadar Soal Iran, Laporan Ini Disebut Bisa Mengubah Perhitungan Militer AS

Aksi tersebut disebut sebagai bagian dari respons terhadap eskalasi konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

IRGC menyatakan serangan kali ini mengarah ke fasilitas militer Amerika Serikat di Pangkalan Udara Pangeran Hassan, Yordania.

img_title Heboh Ketegangan di Gedung Putih Bocor, Menhan AS Diamuk Trump Terkait Perang Iran

Sejumlah rudal balistik dilaporkan diluncurkan untuk menghantam target tersebut.

Dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah IRIB, seperti dikutip Al Jazeera pada Minggu, 12 Juli 2026, IRGC mengklaim pasukan kedirgantaraannya berhasil menghancurkan pusat komando dan kendali di pangkalan itu, termasuk hanggar yang digunakan untuk menyimpan pesawat nirawak MQ-9.

img_title Teheran Ungkap Sinyal yang Tak Terduga, Kesepakatan Iran-AS Makin Dekat?

Selain mengklaim menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania, IRGC juga menuduh Washington telah "memaksakan kehendaknya" kepada pemerintah Oman.

Mereka menyebut Amerika Serikat kembali berupaya mengarahkan sejumlah kapal melewati Selat Hormuz melalui "jalur ilegal" di bagian selatan jalur pelayaran tersebut.

Menurut IRGC, upaya itu berhasil dihentikan oleh tindakan tegas angkatan laut Iran.

IRGC juga mengeklaim Amerika Serikat lebih dahulu melancarkan serangan terhadap "sejumlah pangkalan pesisir dan menara telekomunikasi di pantai selatan."

Sebagai balasan, mereka menyatakan telah memberikan respons yang disebut menghancurkan melalui serangan ke Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania.

Menurut IRGC, serangan tersebut merupakan fase pertama dari respons mereka.

Mereka juga memperingatkan bahwa apabila Amerika Serikat terus melanjutkan agresinya, Iran akan memberikan balasan yang lebih keras.

Serangan terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah IRGC mengklaim menghancurkan dua fasilitas milik Amerika Serikat di Pangkalan Udara Al Azraq, Kota Azrak, sekitar 100 kilometer dari Amman, Yordania, pada Kamis, 9 Juli 2026.

Dalam serangan sebelumnya itu, Iran juga menyampaikan ancaman bahwa seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah akan menjadi sasaran apabila Washington tidak menghentikan operasi militernya terhadap Iran.

Di sisi lain, pada Minggu, 12 Juli 2026, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Washington menyatakan langkah tersebut diambil setelah menuding Iran menembaki kapal yang melintasi Selat Hormuz serta mengganggu jalur pelayaran strategis tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title