Memanas! Iran Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu, Dunia Terancam Krisis Energi? IRGC: Tak Ada Kapal yang.......
- Istimewa
Siap –Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik didih. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan.
Keputusan drastis ini diambil setelah sebuah kapal yang dituduh mengabaikan instruksi pelayaran dihentikan paksa akibat terkena tembakan peringatan.
Dilansir dari laporan kantor berita IRNA pada Minggu (12/7/2026), IRGC menyebut sejumlah kapal berupaya melintasi jalur yang tidak diizinkan.
Padahal, pihak otoritas diklaim telah berulang kali memberikan peringatan agar kapal-kapal tersebut mengubah haluan dan menggunakan rute yang disetujui.
Selain pelanggaran rute, situasi diperparah oleh tindakan provokatif salah satu kapal di lokasi kejadian.
IRGC juga menyatakan satu kapal mematikan sistem operasinya sehingga membahayakan keamanan pelayaran.
Langkah ini dinilai membahayakan navigasi internasional di salah satu jalur logistik terpenting dunia tersebut.
Blokade total ini dipastikan akan memicu kekhawatiran global, terutama terkait pasokan minyak mentah dunia.
Pasalnya, Selat Hormuz merupakan jalur urat nadi bagi hampir seperlima konsumsi minyak dunia setiap harinya.
Namun, Teheran tampaknya tidak goyah dengan tekanan eksternal.
IRGC menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir.
Ketegangan geopolitik ini diprediksi akan membuat hubungan Iran dan Barat semakin meruncing dalam beberapa hari ke depan.
Pihak IRGC pun menutup ruang negosiasi di jalur laut tersebut untuk sementara waktu.
"Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas," demikian pernyataan IRGC.
Bukan hanya menutup jalur laut, Iran juga mengirimkan sinyal perang terbuka jika ada pihak yang mencoba mengusik kedaulatan mereka.
IRGC juga memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang lebih keras, termasuk serangan terhadap pangkalan-pangkalan "musuh" lainnya di kawasan.