AS Cabut Blokade, Iran Buka Hormuz, Kesepakatan Besar Mulai Terungkap

Ilustrasi perundingan damai Iran dan AS.
Sumber :
  • siapviva/AI

Siap – Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. 

img_title Trump Berkali-kali Ancam Iran, Tapi Malah Mundur Saat Perang Makin Panas

Pengumuman tersebut disampaikan pada Minggu, 14 Juni 2026 dan menjadi perkembangan penting dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Kabar tersebut pertama kali disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui unggahan di platform media sosial Truth Social yang kemudian turut dibagikan melalui akun resmi Gedung Putih di media sosial X.

img_title Iran Lipatgandakan Produksi Rudal saat AS Melempem

Dalam pernyataannya, Trump menyebut proses kesepakatan dengan Iran telah rampung dan mengucapkan selamat kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perundingan tersebut.

Selain mengumumkan tercapainya perdamaian, Trump juga menyatakan telah memberikan persetujuan untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz tanpa pungutan biaya transit.

img_title Trump Perketat Tekanan ke Iran, Benarkah Semua Negara Bisa Dipaksa Berhenti Berdagang?

Ia menambahkan bahwa blokade Angkatan Laut AS yang selama ini diterapkan di jalur strategis tersebut akan segera dihentikan.

Pernyataan Trump muncul setelah Perdana Menteri Pakistan, Muhammad Shehbaz Sharif, yang disebut berperan sebagai mediator utama dalam proses negosiasi, mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan.

Melalui unggahan di akun X miliknya, Sharif menyebut kedua negara telah sepakat menghentikan seluruh operasi militer secara permanen di berbagai wilayah konflik, termasuk Lebanon.

Ia juga mengungkapkan bahwa penandatanganan resmi perjanjian dijadwalkan berlangsung di Swiss pada akhir pekan ini.

Pemerintah Iran turut membenarkan adanya kesepakatan tersebut.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa proses perundingan telah menghasilkan titik temu dan memberikan apresiasi kepada Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi atas perannya dalam diplomasi yang berlangsung.

Pernyataan serupa disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi.

Menurutnya, perjanjian tersebut akan mengakhiri operasi militer yang berlangsung di Iran dan Lebanon sekaligus membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Kesepakatan antara Washington dan Teheran ini dinilai sebagai terobosan besar setelah hampir empat bulan konflik yang berdampak terhadap stabilitas politik dan ekonomi dunia.

Sejumlah pengamat menilai perjanjian tersebut merupakan nota kesepahaman awal yang masih akan dilanjutkan dengan berbagai pembahasan teknis.

Halaman Selanjutnya
img_title