Iran Pegang Kendali, Trump Frustrasi?
- Kolase Siap.viva
Para pejabat Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC berulang kali menegaskan bahwa kemampuan pertahanan negara terus meningkat meskipun berada di bawah tekanan internasional.
Kondisi itu membuat Republik Islam tidak berada dalam posisi yang mudah ditekan seperti yang diharapkan sebagian pihak.
Sebaliknya, Teheran berusaha menunjukkan bahwa mereka memiliki cukup waktu dan tidak merasa terpaksa menerima proposal yang dianggap merugikan kepentingan nasional.
Banyak pengamat percaya bahwa strategi Republik Islam saat ini adalah memaksimalkan posisi tawar sebelum mengambil keputusan akhir terkait negosiasi.
Trump Ingin Hasil Cepat, Iran Memilih Bergerak Hati-Hati
Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Iran
- Welt
Perbedaan pendekatan antara Washington dan Teheran menjadi salah satu penyebab utama lambatnya kemajuan perundingan.
Pemerintahan Trump dikenal menginginkan hasil yang cepat dan konkret.
Gedung Putih berharap kesepakatan dapat dicapai dalam waktu yang relatif singkat sehingga ketegangan regional dapat ditekan dan stabilitas pasar energi global tetap terjaga.
Namun Republik Islam memiliki pendekatan yang berbeda.
Teheran cenderung bergerak secara bertahap dan menghindari keputusan yang dianggap dapat mengurangi posisi strategis negara tersebut.
Para pemimpin Iran juga menghadapi tekanan politik domestik yang membuat mereka harus berhati-hati dalam menyikapi setiap proposal dari Amerika Serikat.
Karena itu, meskipun jalur diplomasi masih terbuka, proses menuju kesepakatan diperkirakan akan berlangsung lebih panjang dari yang diharapkan Washington.
Bahkan beberapa analis menilai bahwa putaran negosiasi berikutnya kemungkinan akan menjadi fase paling menentukan karena akan membahas isu-isu yang selama ini sengaja ditunda.
Apabila kedua pihak berhasil menemukan titik temu mengenai program nuklir, pencabutan sanksi, dan mekanisme verifikasi internasional, peluang tercapainya kesepakatan akan meningkat secara signifikan.
Sebaliknya, jika perbedaan tetap bertahan, ketegangan antara kedua negara berpotensi kembali meningkat.
Situasi tersebut tidak hanya memengaruhi hubungan Amerika Serikat dan Iran.
Dampaknya juga dapat dirasakan oleh seluruh kawasan Timur Tengah, termasuk pasar energi global dan stabilitas keamanan internasional.
Untuk saat ini, satu hal terlihat jelas.
Republik Islam tampaknya tidak terburu-buru mengambil keputusan, sementara Amerika Serikat masih menunggu jawaban yang dapat menentukan arah hubungan kedua negara dalam beberapa tahun mendatang.