Iran Pegang Kendali, Trump Frustrasi?
- Kolase Siap.viva
Sementara itu, Teheran menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai dan digunakan untuk kebutuhan energi, penelitian ilmiah, serta pengembangan teknologi nasional.
Republik Islam juga berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan menerima kesepakatan yang membatasi hak-hak strategis negara tersebut tanpa adanya jaminan pencabutan sanksi secara nyata.
Perbedaan posisi inilah yang membuat proses diplomasi berjalan lambat.
Setiap pihak berusaha mempertahankan kepentingan utamanya sambil mencari ruang kompromi yang dapat diterima secara politik di dalam negeri masing-masing.
Bagi Republik Islam, pengalaman keluarnya Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir sebelumnya masih menjadi faktor penting yang memengaruhi tingkat kepercayaan terhadap Washington.
Banyak pejabat Republik Islam menilai bahwa jaminan politik dan ekonomi harus menjadi bagian penting dari setiap kesepakatan baru.
Karena itu, negosiasi kali ini tidak hanya membahas isu teknis terkait pengayaan uranium, tetapi juga menyangkut kepercayaan, keamanan, dan masa depan hubungan kedua negara.
Republik Islam Dinilai Memiliki Posisi Tawar yang Lebih Kuat
Presiden AS Donald Trump vs Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei
- Istimewa
Sejumlah analis menilai lambatnya respons Republik Islam menunjukkan bahwa Teheran merasa memiliki posisi tawar yang lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu.
Penilaian tersebut didasarkan pada berbagai perkembangan geopolitik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Pertama, Iran berhasil mempertahankan stabilitas politiknya meskipun menghadapi tekanan ekonomi yang berat.
Kedua, hubungan strategis Teheran dengan Rusia dan China terus berkembang.
Ketiga, Iran semakin aktif dalam berbagai forum internasional seperti BRICS dan Organisasi Kerja Sama Shanghai.
Perkembangan tersebut memberi Republik Islam alternatif hubungan ekonomi dan diplomatik di luar sistem yang didominasi Barat.
Selain itu, industri energi Republik Islam juga menunjukkan ketahanan yang cukup kuat.
Meskipun sanksi masih berlaku, ekspor minyak Iran tetap berlangsung ke sejumlah pasar internasional, terutama di kawasan Asia.
Pendapatan tersebut membantu Teheran menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat kemampuan negosiasinya.
Di bidang pertahanan, Republik Islam juga terus mengembangkan kemampuan militernya.
Program drone, rudal balistik, sistem pertahanan udara, dan teknologi perang elektronik menjadi bagian penting dari strategi keamanan nasional Iran.