Israel Hadapi Ancaman Multi Front usai Gencatan Senjata dengan Iran: Turki dan Mesir Siap Gabung?
- Kolase Siap.viva
Siap – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah muncul analisis mengenai perubahan strategi militer Israel di kawasan.
“Israel mengubah strategi perangnya dari satu lawan ke lawan lainnya.”
Pernyataan itu mencerminkan meningkatnya dinamika konflik regional setelah meredanya ketegangan langsung antara Israel dan Republik Islam Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Meski situasi dengan Iran belum sepenuhnya stabil, perhatian militer Israel kini disebut lebih banyak tertuju pada Gaza dan Lebanon.
“Setelah gencatan senjata dengan Iran, kini telah memulai perang dengan Lebanon, Gaza, dan sekarang sedang mempertimbangkan untuk bertempur dengan Turki dan Mesir.”
Pernyataan tersebut menggambarkan meningkatnya kekhawatiran bahwa Israel sedang menghadapi ancaman dari banyak arah sekaligus.
Dalam beberapa bulan terakhir, operasi militer Israel di Gaza masih berlangsung intensif.
Militer Israel menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan Hamas dan menghancurkan infrastruktur kelompok bersenjata di wilayah Palestina itu.
Namun konflik berkepanjangan memicu tekanan internasional yang semakin besar terhadap Tel Aviv.
PBB dan berbagai organisasi kemanusiaan terus menyoroti krisis sipil yang terjadi di Gaza.
Selain Gaza, situasi di perbatasan utara Israel dengan Lebanon juga terus memburuk.
Bentrokan antara militer Israel dan Hizbullah semakin sering terjadi.
Serangan drone, roket, dan artileri lintas perbatasan membuat kawasan utara Israel berada dalam kondisi siaga tinggi.
Ribuan warga sipil di kedua sisi perbatasan juga sempat mengungsi akibat meningkatnya ancaman keamanan.
Analis militer menilai Israel kini menghadapi tekanan keamanan yang jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Konflik tidak lagi hanya terjadi di satu wilayah.
Sebaliknya, Israel harus menghadapi ancaman dari berbagai front regional secara bersamaan.
Iran dan Hizbullah Tetap Jadi Faktor Utama
Meski terdapat gencatan senjata sementara dengan Iran, rivalitas antara Teheran dan Tel Aviv sebenarnya belum berakhir.
Republik Islam Iran masih dianggap sebagai salah satu lawan strategis utama Israel di kawasan.
Iran selama ini mendukung kelompok-kelompok sekutu regional seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza.