Cegat Rudal Siluman AS, Balasan Iran Auto Lebih Ganas: Respon Ini Merupakan Peringatan Serius
- Istimewa
Siap – Amerika Serikat (AS) kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan melakukan serangan ke wilayah Iran. Sama seperti sebelumnya, agresi ini pun terjadi di tengah upaya perundingan damai.
Dikutip dari berbagai sumber, Pasukan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC dikabarkan berhasil mencegah rudal jelajah berteknologi siluman milik Amerika Serikat tipe AGM 158 JASSM.
Serangan rudal berbahan peledak setengah ton ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi dan terlindungi.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, agresi ini merupakan serangan beruntun yang dilakukan Amerika Serikat ke Pelabuhan Bandar Abbas, Iran.
Amerika Serikat lantas kembali melontarkan peringatan bernada ancaman kepada Teheran, Iran.
Mereka mendesak agar Teheran segera memberi kepastian terkait perundingan perdamaian.
Karena jika tidak, Amerika Serikat mengancam akan menghabisi Republik Islam tersebut.
"Baiklah, saya rasa kami sudah melakukannya dengan sangat baik. Mereka mulai memberi kami hal-hal yang harus mereka berikan," kata Presiden AS Donald Trump.
"Jika mereka melakukannya, itu bagus. Dan jika mereka tidak mau, maka orang di sebelah kiri saya (Menhan AS Pete Hegseth), akan menghabisi mereka. Itu bisa saja terjadi," sambung dia.
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump soal Iran
- Istimewa
Tak hanya itu, Trump juga menuduh Teheran mencoba memainkan strategi menghabiskan waktu, agar bisa mendapat kesepakatan yang lebih menguntungkan ketika tekanan politik terhadap pihak Amerika Serikat meningkat.
"Mereka pikir mereka akan mengalahkan saya dalam hal menunggu. Anda tahu, kami akan mengalahkannya dalam hal menunggu. Dia punya pemilu paruh waktu," tuturnya.
Balasan Horor Teheran
Iran kembali membuktikan ancamannya, membalas agresi militer Amerika Serikat yang terjadi di tengah upaya perundingan damai.
Serangan itu dilancarkan IRGC setelah pasukan Amerika Serikat menyasar aset Iran di kawasan Bandar Abbas.
Dilansir dari kantor berita Irna, IRGC menekankan bahwa musuh harus tahu, tidak ada agresi yang akan dibiarkan tanpa balasan.
Sebagai respon atas tindakan AS, IRGC kemudian melakukan serangan balasan ke Pangkalan Udara Amerika sekira pukul 04:50 waktu setempat.
"Respons ini merupakan peringatan serius agar musuh tahu bahwa agresi tidak akan dibiarkan tanpa balasan, dan jika diulangi, militer Iran akan merespons dengan lebih tegas," kata IRGC.