DPR RI Dorong BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca Hadapi Siklon Ekstrem

DPR dorong BMKG modifikasi cuaca
Sumber :
  • Siap.viva/Dok. BPBD DKI Jakarta

Siap – Ancaman cuaca ekstrem kembali menjadi perhatian nasional.

img_title Waspada! BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sejumlah Wilayah di Jabar

Komisi V DPR RI mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat teknologi modifikasi cuaca untuk menghadapi potensi siklon tropis dan hujan ekstrem yang makin sulit diprediksi.

Usulan ini disertai dorongan peningkatan anggaran agar BMKG dapat mengoptimalkan peralatan, riset, dan operasi mitigasi bencana hidrometeorologi.

img_title Kepsek Ungkap Biang Kerok SMPN 2 Depok Terendam Banjir

Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan risiko banjir besar, longsor, dan dampak lain yang kerap muncul saat curah hujan melonjak tajam.

Dalam beberapa tahun terakhir, cuaca ekstrem memang menjadi tren yang semakin terasa.

img_title Polda Kalbar Minta Warga Bersihkan Lahan Tidak dengan Membakar

Pola hujan berubah cepat.

Intensitas meningkat. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Karena itu, teknologi pengendalian hujan dan sistem peringatan dini menjadi fokus pembahasan.

Teknologi Modifikasi Cuaca Dinilai Efektif

Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, menegaskan modernisasi peralatan dan program modifikasi cuaca perlu diprioritaskan.

Teknologi ini dinilai mampu menjadi solusi mitigasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Pemanfaatan modifikasi cuaca, menurutnya, bisa membantu menekan intensitas hujan saat kondisi ekstrem.

Hal ini sangat penting ketika siklon tropis terbentuk dan berpotensi memicu hujan lebat di wilayah luas.

“Komisi V sudah mendorong BMKG, apalagi jika siklonnya terbentuk sangat ekstrem. BMKG harus membuat langkah-langkah, ya pertama modifikasi cuaca ini. Karena paling tidak modifikasi cuaca bisa mengurangi hujan sampai 30 persen,” ujar Sudjatmiko dalam keterangannya, Jumat (6/2).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa modifikasi cuaca bukan sekadar eksperimen.

Teknologi ini sudah digunakan dalam berbagai operasi mitigasi bencana di Indonesia, terutama untuk mengurangi curah hujan di wilayah rawan banjir.

Selain itu, modifikasi cuaca juga kerap dimanfaatkan saat terjadi potensi bencana besar, seperti saat pengamanan event nasional atau ketika wilayah tertentu mengalami curah hujan ekstrem berkepanjangan.

Namun, efektivitas teknologi ini tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur, ketersediaan pesawat, bahan semai awan, serta koordinasi lintas lembaga.

Karena itu, dukungan anggaran menjadi faktor penting.

Kolaborasi Lintas Sektoral Jadi Kunci

BMKG menyambut dorongan DPR RI tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyatakan pihaknya fokus memperkuat sistem peringatan dini agar informasi cuaca cepat sampai ke pemerintah daerah.

Halaman Selanjutnya
img_title