UI Dorong Pemberdayaan Lansia Melalui Program Seni Berbasis Riset
- Istimewa
Siap –Sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kesejahteraan emosional dan kognitif pada lansia, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Depok bersama Unit Klaster Riset Hukum Kesehatan (Center of Health Law and Policy Indonesia) Fakultas Hukum UI (FHUI) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk
"Opening Minds through Art (OMA)” di Sekolah Bina Lansia RW 09 Pasir Kelurahan Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis.
Kegiatan ini menurunkan tim dosen, peneliti, serta mahasiswa dari UI, yakni Prof. Ali Nina Liche Seniati, Dr. Wahyu Andrianto, Dania Rizky Nabilla Gumilar, dan Prof. Dr. Anna Erliyana, serta tim mahasiswa FHUI: Maritza Orlin Avi Putri, Naura Nisrina, Callista Reva Novianti, dan Orlando Welson H. Pardede.
Koordinator Program Klaster Riset Hukum Kesehatan FHUI Dania Rizky Nabilla Gumilar, S.H., M.H.kepada wartawan mengatakan OMA merupakan program seni berbasis riset yang didirikan oleh Dr. Elizabeth “Like” Lokon pada 2007 dan berpusat di Scripps Gerontology Center, Miami University, Ohio, Amerika Serikat.
Kegiatan ini telah direplikasi secara global, dengan konsep perawatan berpusat pada individu, mengandalkan imajinasi alih-alih ingatan, serta memaksimalkan kekuatan yang masih dimiliki penyandang demensia.
Melalui seni, para lansia diberdayakan sebagai seniman yang menghasilkan karya bermakna bagi diri dan komunitas.
ia mengapresiasi kolaborasi lintas disiplin ilmu yang mendukung pemenuhan hak kesehatan lansia melalui pendekatan kreatif.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi lansia untuk berekspresi, berkarya, dan merasa berdaya. Seni adalah jembatan yang menyatukan hati, pikiran, dan kebermaknaan hidup di usia lanjut,”katanya.
Secara resmi, OMA dibuka oleh Prof. Dr. Ali Nina Liche Seniati, M.Si., Psikolog, yang juga penanggung jawab pelaksanaan program.
Ia menegaskan bahwa seni memiliki kekuatan besar dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.
“Melalui seni, para lansia tidak hanya berkreasi, tetapi juga berkomunikasi dan membangun rasa percaya diri. Nanti, semua karya akan dipamerkan dalam Virtual OMA Art Show sebagai apresiasi bagi hasil kreativitas mereka,” katanya.
Dalam kegiatan inti, para lansia berpasangan dengan caregiver dan dibekali alat seni seperti pewarna makanan, air semprot, kain batik, tisu, dan hiasan.