Ketika Ormas di Depok Dukung Razia Preman
- Istimewa
Siap – Sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kota Depok sepakat untuk mendukung aparat memberantas aksi premanisme.
Hal itu diungkapkan beberapa petinggi ormas usai melakukan pertemuan bersama TNI-Polri dan Pemerintah Kota Depok pada Selasa, 20 Mei 2025.
"Adapun inti dari pertemuan tadi adalah meminta komitmen teman-teman ormas, yang pertama adalah untuk ikut menjaga kondusifitas," kata Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras usai bertemu dengan perwakilan ormasi tadi siang.
Kemudian yang kedua, menyamakan persepsi untuk masalah premanisme terkait Operasi Brantas Jaya.
"Artinya tadi semuanya ini sudah berkomitmen dan sepemahaman, bahwa untuk preman ini adalah orang-orang yang melanggar aturan," jelas Abdul Waras.
"Nah ini komitmen mereka untuk senantiasa taat pada semua aturan. Artinya dari aturan perundang-undangan maupun perda (peraturan daerah) yang ada," sambungnya.
Ia berharap, dengan komitmen tersebut ormas di Kota Depok bisa mendukung apa yang menjadi program pemerintah, salah satunya yakni ramah investasi.
"Jadi artinya dari investor-investor tidak ada keresahan, terutama terkait dengan ormas."
Lebih lanjut Kombes Abdul Waras mengatakan, pihaknya siap melakukan pembinaan agar para anggota ormas ini taat pada aturan, taat pada hukum dan norma-norma yang ada di masyarakat.
"Ya artinya memberikan pemahaman pada mereka tentang tata aturan yang ada, ini yang boleh, oh ini tidak boleh sebatas itu. Sehingga mereka juga memahami, oh mana yang melanggar aturan, mana yang tidak," imbuhnya.
Perwira Polri jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1999 itu menegaskan, bahwa dirinya tak segan-segan menindak jika ada pihak yang membuat onar di Kota Depok.
"Tentu, siapapun yang melanggar aturan ya terkait premanisme, tadi kan melanggar aturan, itu akan kita tegakkan," janjinya.
Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, pihaknya mengapresiasi dukungan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang selama ini bertanggungjawab atas pembinaan terhadap ormas.
"Sehingga jangan sampai pemahaman terhadap premanisme ini kemana-mana," ujarnya.
Ia berharap, anggota ormas di Kota Depok tidak menyalahi aturan, melakukan pelanggaran yang mengarah pada tindak pidana.