Goodbye 'Jalur Neraka' Depok, Proyek Flyover Margonda hingga Underpass Citayam Akhirnya Deal, Nih Bocorannya

Ilustrasi proyek Underpass Citayam hingga Flyover Margonda Depok
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Wali Kota Depok, Supian Suri menyebut, proyek Flyover Margonda dan Underpass Citayam direncanakan mulai dibangun pada tahun 2027.

img_title Proyek Jembatan di Jawai Sambas Dana Besar Rusak, LSM : APH Harus Periksa

Adapun proyek tersebut digagas melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Depok.

Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan parah di wilayah tersebut.

img_title Menelisik Jurus Jitu Kombes Rony Tangkal Aksi Anarkis Pelajar Depok

"Ya, kalau terkait tentang Flyover Margonda, itu mudah-mudahan tahun 2027 kita mulai groundbreaking-nya, pembangunannya," kata Supian dikutip pada Selasa, 1 September 2026. 

Kemudian untuk Underpass Citayam, proyek tersebut juga bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. 

img_title Gebrakan Walkot Supian di TPA Cipayung, Sampah Depok Diubah Jadi RDF

"Karena memang harus ada upaya pembebasan lahan dulu. Kalau flyover kan nggak ada pembebasan karena memang di-existing lahan kita, tapi untuk underpass itu banyak tanah masyarakat yang baik di Depok maupun Bogor," jelasnya.

Supian memastikan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan dan pengerjaan di tahun 2027. 

"Mudah-mudahan kita bisa percepat proses pembebasannya sehingga bisa dibangun di tahun 2027," ujarnya. 

Data yang dihimpun menyebutkan, proyek Flyover Margonda diperkirakan membutuhkan biaya sekira Rp 250 miliar.

Sedangkan Underpass Citayam memerlukan alokasi dana Rp80 miliar khusus untuk pembebasan lahan serta estimasi biaya fisik sekira Rp 200 miliar.

Rencananya dana tersebut bersumber dari pinjaman daerah melalui kerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Flyover Margonda direncanakan memiliki panjang sekira 460 meter untuk mengurai kemacetan di simpang Margonda-Juanda.

Pelaksana pembangunan Pemkot Depok.

Kemudian Underpass Citayam (Perlintasan Sebidang KA). Pembangunan fisik digarap oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Dua proyek tersebut merupakan bagian dari janji kampanye Supian dan Chandra Rahmansyah. 

Beresin Macet Horor Sawangan

Selain dua proyek di atas, Supian juga serius mengatasi macet horor di wilayah Sawangan atau yang belakangan disebut warganet dengan julukan Sawangan Kubro.

Caranya adalah dengan proyek rekonstruksi jalan alternatif Sawangan yang menghubungkan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda.

Progres pekerjaan hingga Minggu ke-8 telah mencapai 21,06 persen. 

Progres ini melampaui target rencana sebesar 16,61 persen.

Pekerjaan yang sedang berlangsung ini meliputi pembangunan drainase, box culvert, pemasangan instalasi saluran beton pracetak U-ditch (yudit).

Kemudian pemasangan dinding penahan atau bored pile, hingga persiapan struktur jalan dan jembatan.

Halaman Selanjutnya
img_title