Kisah Sukses Jatuh Bangun Bos Djarum: Dari Krisis Ekonomi hingga Akuisisi Klub Italia Como 1907
- Kolase siap.viva
Siap – Berbicara terkait tentang bisnis Indonesia, nama Budi Hartono dan Michael Hartono pasti tidak bisa dilewatkan.
Mereka adalah dua sosok di balik kesuksesan Djarum, salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia yang kini telah berkembang menjadi kerajaan bisnis dengan banyak investasi di sektor-sektor penting.
Namun, perjalanan mereka menuju puncak sukses tidaklah mulus, melainkan penuh dengan tantangan dan keputusan strategis yang jenius.
Perjalanan bisnis keluarga Hartono dimulai pada 1950-an, saat orang tua mereka, Oei Wie Gwan, mendirikan Djarum di Kudus, Jawa Tengah.
Dengan produk rokok khas yang berkualitas tinggi, Djarum segera berkembang pesat.
Namun, pada 1970-an, setelah Oei Wie Gwan meninggal, bisnis rokok tersebut hampir jatuh ke tangan pesaing.
Saat itu, Budi dan Michael, yang masih muda, mengambil alih kendali dan mengubah nasib Djarum.
Pada krisis ekonomi 1990-an, Djarum sempat menghadapi masa-masa sulit.
Krisis moneter yang melanda Indonesia mengguncang banyak bisnis besar, termasuk sektor rokok.
Namun, keluarga Hartono tidak menyerah begitu saja.
Dengan cerdas, mereka memfokuskan diri pada pasar domestik dan memperkenalkan inovasi produk yang berhasil mengembalikan daya saing Djarum di pasar.
Keputusan ini menjadi titik balik dalam kesuksesan mereka.
Tidak puas hanya dengan industri rokok, keluarga Hartono mulai memperluas jangkauan bisnis mereka.
Salah satu langkah besar mereka adalah penguasaan lebih dari 50 persen saham di Bank Central Asia (BCA), yang menjadikan mereka pemain utama di sektor perbankan Indonesia.
Melalui PT Dwimuria Investama Andalan, Budi dan Michael Hartono semakin memperkuat posisi mereka di dunia finansial, membuka peluang besar bagi pertumbuhan perusahaan mereka.
Selain sektor keuangan, keluarga Hartono juga mengembangkan sektor properti dengan Superblok Djarum yang menggabungkan pusat perbelanjaan, apartemen, dan perkantoran di kota-kota besar Indonesia.
Keputusan ini menunjukkan visi jangka panjang mereka dalam memperluas pengaruh bisnis di berbagai sektor.
Tidak hanya berfokus pada keuntungan, mereka juga berinvestasi besar di Djarum Foundation untuk mendukung pendidikan melalui Djarum Beasiswa Plus, yang sudah membantu ribuan mahasiswa berprestasi.