Mengurai Kota Depok dari Arus Gerbong Sejarah (III)
- Istimewa
"Meski tidak beragama Nasrani, Jan van Bali juga mendapat haknya. Itulah salah satu sisi lain Chastelein. Beliau adalah orang yang menerima perbedaan," katanya.
Adapun Depok merupakan akronim dari bahasa Belanda, hal tersebut dibantah keras oleh Wenri.
Menurut Wenri, sebelum Cornelis membeli sebidang tanah tersebut, nama Depok sudah lebih dulu ada.
Bahkan, Wenri meyakini bahwa nama Depok sudah ada sejak zaman Kerajaan Pajajaran.
"Bohong kalau Depok merupakan akronim dari bahasa Belanda. Orang Depok sudah ada sebelum Cornelis beli tanah ini," tandasnya.
Meski demikian, yang menjadi catatan penting adalah kembali lagi, berdasarkan arus sejarah yang ada, kota Depok tetap merupakan tempat untuk belajar atau kota pendidikan.
Bagaimana tidak, Cornelis Chastelin menjadikan Depok sebagai arena penyebaran pendidikan agama Nasrani.
Hal tersebut, tidak jauh berbeda dengan teori Depok diambil dari nama Raden Depok yang juga menyebarkan agama Islam lewat dakwahnya.
Ihwal demikian pun juga dilakukan oleh Cornelis Chastelein.
Adapun kesimpulannya adalah berdasarkan dari rentetan sejarah yang ada, berawal dari jawara-jawara Kerajaan Pajajaran, berkembangnya Kerajaan Islam, hingga masuknya zaman kolonial yang menyebarkan agama Nasrani, akhirnya apa yang disandangkan bahwa Depok sebagai Kota Pendidikan memang sangat melekat.
Tak dapat dipungkiri, tanah yang sekarang bernama kota Depok merupakan pusatnya tempat di mana para leluhur berkontemplasi, belajar, berkumpul, mengembangkan ajaran.
Adalah di masa sekarang, itu pun masih terjadi dengan adanya perguruan tertinggi, yaitu Universitas Indonesia yang merupakan wadah bagi para generasi bangsa untuk mengejar ilmu pendidikan.
Dan lagi perlu digarisbawahi bahwasannya kota Depok selain berkaitan dengan para jawara, agama Islam, ataupun agama Nasrani, Depok pun merupakan tempat di mana bagi semua kalangan untuk menimba ilmu dan menyebarkannya.
Dengan adanya teori-teori tersebut, kami pun tidak bermaksud mengarahkan para pembaca yang budiman untuk meyakinkan salah satu teori tersebut melainkan berbagi arahan pandangan terkait sejarah kota Depok.
Untuk artikel ini pun, kami berharap kepada para pembaca agar melakukan kajian secara langsung guna membuktikan apa yang sudah kami sampaikan berdasarkan literatur dan sejarah lisan yang telah didaraskan oleh beberapa narasumber.