Mengurai Kota Depok dari Arus Gerbong Sejarah (III)
- Istimewa
Siap – Selain kedua versi yang telah dijelaskan sebelumnya, kota Depok juga sering disebut sebagai akronim dari bahasa Belanda 'De Eerste Protestante Onderdaan Kerk' yang kurang lebih memiliki arti Gereja Protestan Pertama Rakyat.
Teori tersebut menjadi semakin kuat dengan adanya gereja tertua di kota Depok, GPIB Imanuel yang dibangun sekira tahun 1700-an awal, usai Cornelis Chastelein (1657-1714) membeli sebidang tanah di sebelah barat Ciliwung yang sekarang disebut Depok, Mampang, dan Karang Anyer pada tahun 1696.
Adapun sepenggalan kisah Cornelis Chastelein tersebut didaraskan ulang oleh sejarawan Wenri Wanhar kepada siap.viva.co.id beberapa waktu lalu.
Awalnya, kata Wenri, Depok merupakan sebuah kampung yang berada di tengah hutan belantara dan semak belukar.
Pada 18 Mei 1696, salah seorang pejabat Perusahaan Dagang Hindia Timur Belanda (VOC), Cornelis Chastelein membeli tanah di sebelah barat Ciliwung yang meliputi Depok, Mampang, dan Karang Anyer.
Tanah tersebut, Cornelis beli untuk mewujudkan impiannya membuat sebuah perkebunan serta persawahan usai dirinya mengundurkan diri dari VOC, dengan memboyong ratusan pekerja yang didatangkan dari Jawa, Bali, Makassar, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.
Selain mengelola perkebunan dan persawahan, Cornelis juga menyebarluaskan agama Kristen kepada para pekerjanya, lewat sebuah Padepokan Kristiani dengan mendirikan sebuah gereja yang disebut De Eerste Onderdaan Kerk (Depok).
Pada tahun 1714, Chastelein menghibahkan tanah Depok kepada dua belas marga yang berjumlah kurang lebih 120 orang bekas budaknya dari Bali yang beragama Kristen.
Salah seorang di antara mereka ditugaskan untuk memberi pelajaran agama kepada anak-anak dan memimpin ibadat sederhana.
Pemimpin pertama ialah Baprima van Bali yang diangkat oleh Chastelein sendiri.
"Ya, Cornelis Chastelein memang merupakan sosok yang taat agama. Beliau beragama Nasrani, otomatis beliau pun menyebarkan agama tersebut. Tapi patut digarisbawahi, ketika menyebarkan agama Nasrani, Cornelis tidak pernah memaksakan para pekerjanya untuk masuk ke dalam Nasrani. Di antara para pekerjanya itu, ada yang tetap beragama Islam, Jan Van Bali alias Batoepahan,” katanya.
Bahkan, lebih lanjut Wenri menjelaskan bahwa dalam testament atau surat wasiat Chastelein, Batoepahan juga mendapat hak atas tanah Cornelis Chastelein.