Ini Tips Keamanan Cloud di Balik Pesatnya Kuangan Digital

Goutama Bachtiar bicara soal cloud
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Di era digital seperti sekarang ini, teknologi cloud terus berinovasi dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam berbagai sektor industri. 

img_title BI Resmi Naikkan Suku Bunga Acuan hingga 5,25 Persen, Ini Dampak Berantai yang Akan Terjadi

Salah satu sektor yang paling membutuhkan teknologi cloud adalah Banking and Financial Services Industry (BFSI), terutama pada layanan keuangan digital

Sebagaimana diketahui, di Indonesia sendiri, penggunaan keuangan digital cukup masif. 

img_title Dalam Sepekan, Dua Level Psikologi Penting Rupiah Tertembus, Ini Janji Purbaya untuk Redam Dolar

Bahkan Bank Indonesia menegaskan, bahwa keuangan digital yang inklusif membantu mendorong pertumbuhan ekonomi negara. 

Inklusi keuangan digital memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, berinvestasi, hingga asuransi digital.

img_title Terungkap, Ini Pertanyaan Prabowo yang Bikin Menkeu Koboi Berani Dar Der Dor

Namun demikian, kemudahan dari adanya digitalisasi itu tentu tidak luput dari tantangan. 

IT Advisory Director Grant Thornton Indonesia, Goutama Bachtiar menuturkan, bahwa dalam lima tahun terakhir ada ancaman-ancaman yang mengintai keamanan siber.

Di antaranya seperti phishing yang dilakukan untuk mendapatkan data pribadi seseorang, dan ransomware yakni enkripsi data dan informasi sehingga data dan informasi tersebut tidak dapat digunakan sepenuhnya oleh pemiliknya. 

Ancaman keamanan siber ini tentunya harus ditanggapi dengan serius guna menjaga data dan informasi.

“Peretasan saat ini semakin banyak terjadi, dampaknya lebih signifikan dan tingkat keberhasilannya semakin tinggi, dan para peretas tidak lagi bekerja sendiri," katanya dikutip pada Senin, 11 Desember 2023.

Bahkan menurut Goutama, dalam satu dekade terakhir, semakin banyak sindikat peretas topi hitam (black-hat hacker) yang terbentuk. 

Mereka bergerombol dan melakukan aksinya bersama-sama. 

"Hal ini harus ditanggapi secara serius dengan memperhatikan momentum vital dalam melindungi dan mengamankan data," tutur dia.

Salah satunya, lanjut Goutama, adalah saat migrasi data baik dari on-premise ke cloud maupun dari penyedia layanan cloud ke penyedia layanan cloud lainnya (multi cloud environment).

“Pada saat migrasi ini haruslah diperhatikan transmisi data ke cloud, mulai dari persiapan, pengklasifikasian, pengiriman (in-transit) sampai dengan tiba di tujuan (at rest),” tutur Goutama Bachtiar.

Dirinya juga menekankan pentingnya perlindungan data agar tidak dapat dibaca sembarang pihak. 

Enkripsi data sendiri merupakan proses teknis pengubahan bentuk data menjadi sejumlah kode, sehingga data tidak dapat dibaca oleh sembarang pihak. 

Halaman Selanjutnya
img_title