Dua Pelajar Indonesia Tunjukkan Potensi Bisnis Digital ke Perusahaan Jepang
- Dokumen Pribadi
Faktor-faktor seperti kurangnya keterampilan komunikasi lintas budaya, keterbatasan akses ke jejaring internasional, serta kurangnya pengalaman langsung dalam dunia bisnis global menjadi hambatan utama bagi lulusan Indonesia untuk berkompetisi di pasar kerja internasional.
“Dengan adanya Japan Youth Development Program, para siswa mendapatkan kesempatan berharga untuk memahami lanskap bisnis global, membangun koneksi internasional, dan memperoleh pengalaman langsung yang dapat menjadi bekal bagi mereka di masa depan,” kata Ayu, sapaan Sri Sudiantari.
Selain itu, program ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi siswa Indonesia agar dapat berinteraksi dengan perusahaan Jepang secara langsung.
“Ini adalah kesempatan emas bagi siswa untuk mendapatkan wawasan, mengeksplorasi tantangan bisnis, dan mendapatkan jejaring internasional,” ujarnya.
Keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari bimbingan para mentor yang berpengalaman.
Fatia Syarah, seorang guru berprestasi dan alumni program beasiswa MEXT Teacher Training dari Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang, memberikan pelatihan public speaking serta penulisan materi kepada para peserta, sehingga mereka dapat menyampaikan presentasi dengan percaya diri dan profesionalisme yang tinggi.
Cooltura kembali mengundang siswa Indonesia untuk berpartisipasi dalam Japan Youth Development Program yang akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2025.