Dua Pelajar Indonesia Tunjukkan Potensi Bisnis Digital ke Perusahaan Jepang
- Dokumen Pribadi
“TikTok menjadi alat bisnis yang efektif untuk meningkatkan penjualan,” kata Adibah.
Ia juga membagikan strategi sukses dalam memanfaatkan TikTok untuk bisnis, salah satunya melalui TikTok Affiliate—sebuah metode yang terbukti meningkatkan engagement dan penjualan.
Pendiri J-Grab, Yamada Akihiko, perusahaan rintisan Jepang yang bergerak dalam cross-border commerce, mengatakan bahwa pemaparan Shazia dan Adibah membuka wawasan baru bagi perusahaannya.
“Kami melihat potensi besar dalam memanfaatkan TikTok untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, terutama untuk memasarkan produk halal di Jepang yang sedang berkembang,” ujar Yamada.
Program Japan Youth Development bertujuan memberi kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk bersaing di pasar global dengan mengasah keterampilan bisnis, komunikasi lintas budaya, dan membangun jejaring internasional.
Sri Sudiantari Rahayu, pendiri Cooltura Indonesia, mengungkapkan bahwa program ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi lulusan universitas Indonesia dalam meraih karier di luar negeri.
Sementara itu hanya sekitar 10 persen yang berhasil mendapatkan pekerjaan di luar negeri.