Jurus Mematikan PSHT: Seni Bela Diri nan Efektif dan Berprinsip Kemanusiaan

Jurus mematikan PSHT
Sumber :
  • PSHT Provinsi Lampung

Siap – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dikenal sebagai salah satu organisasi pencak silat terbesar di Indonesia yang tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan. 

Telusur Jejak Sejarah Pemuda Pancasila: Dari Kecewa Jenderal Besar TNI hingga Jadi Kekuatan Nasional

Didirikan pada tahun 1922 oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Madiun, Jawa Timur, PSHT telah berkembang pesat dengan anggota yang tersebar di seluruh dunia.

PSHT memiliki serangkaian jurus bela diri mematikan yang efektif untuk melindungi diri dan orang lain.

Di Roma, Arsyad Rasyid Tegaskan Komitmennya soal Masa Depan Anak-anak

Jurus-jurus ini dirancang untuk melumpuhkan lawan dalam situasi darurat, namun tetap berdasarkan prinsip etika yang ketat. 

Dalam ajarannya, PSHT menitikberatkan pada penggunaan bela diri hanya untuk membela diri, bukan untuk menyerang atau mencelakai secara sengaja.

Mengenang Kesaktian Pendiri Aliran Setia Hati Ki Ageng Soerodiwirdjo: Kebal Racun dan Ilmu Hitam

Teknik dan Keunikan Jurus PSHT

1. Serangan ke Titik Vital

Jurus PSHT menargetkan titik-titik vital tubuh seperti leher, tenggorokan, ulu hati, tulang rusuk, pelipis, dan lutut. 

Serangan yang tepat pada area ini dapat melumpuhkan lawan secara cepat.

2. Kecepatan dan Ketepatan

Jurus PSHT mengutamakan serangan yang cepat dan akurat. 

Kombinasi antara kecepatan dan fokus menjadikan teknik ini sangat efektif dalam situasi darurat.

3. Teknik Kuncian dan Lemparan

PSHT juga mengajarkan teknik kuncian dan lemparan yang berguna untuk melumpuhkan lawan tanpa melukai secara serius.

Teknik ini sangat cocok untuk menghadapi situasi tanpa kekerasan berlebih.

4. Latihan Fisik dan Mental

Selain penguasaan teknik fisik, PSHT melatih anggotanya untuk memiliki kontrol emosi dan fokus mental yang baik. 

Hal ini menjadikan jurus PSHT lebih dari sekadar bela diri, tetapi juga seni yang mencerminkan ketenangan dan kebijaksanaan.

Etika dalam Penggunaan Jurus

PSHT menanamkan prinsip bahwa setiap jurus bela diri hanya digunakan untuk pertahanan diri.

Anggota diajarkan untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan menggunakan ilmu bela diri ini secara bertanggung jawab. 

Motto "Memayu Hayuning Bawono" yang berarti berusaha memperbaiki dan memelihara keindahan dunia menjadi landasan moral bagi setiap anggota PSHT.

Dengan lebih dari satu abad pengalaman, PSHT telah membuktikan diri sebagai organisasi pencak silat yang tidak hanya melatih fisik tetapi juga membangun karakter anggotanya.

Banyak anggotanya yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui kompetisi pencak silat.

Sebagai seni bela diri yang mengedepankan persaudaraan, PSHT terus menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mempelajari bela diri dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Keberadaan PSHT menjadi bukti bahwa bela diri tidak hanya soal kekuatan, tetapi juga soal karakter dan moral.

Dengan filosofi yang kuat dan teknik yang efektif, PSHT tetap menjadi salah satu ikon pencak silat Indonesia yang mendunia. 

Bagi Anda yang ingin mempelajari seni bela diri dengan nilai persaudaraan yang tinggi, PSHT adalah pilihan yang tepat.