Jejak PSHT, Warisan Pencak Silat yang Mendunia

Sejarah PSHT
Sumber :
  • terate.co.id

SiapPersaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah salah satu perguruan bela diri pencak silat terbesar di Indonesia

img_title PSHT Klarifikasi Kasus Dugaan Pelecehan, Gusesno: Isu Itu Salah dan Menyesatkan

Didirikan pada tahun 1922 di Madiun, Jawa Timur, PSHT tidak hanya mengajarkan seni bela diri, tetapi juga membentuk karakter berbudi luhur dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

PSHT didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, murid dari Ki Ngabehi Surodiwiryo, pendiri aliran Setia Hati. Filosofi yang diajarkan menekankan pentingnya kemanusiaan, persaudaraan, dan tanggung jawab.

img_title Doa di Lokasi KM 50, PUI Singgung Dugaan Pengaburan Fakta

Lambang bunga teratai menjadi simbol perguruan, melambangkan kemurnian hati yang tetap teguh meski berada di tengah tantangan.

Tradisi pengesahan warga menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan anggota PSHT. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka diakui sebagai bagian dari keluarga besar PSHT melalui seremoni yang penuh makna. 

img_title Geruduk Mabes Polri, PUI Desak Usut Dugaan Pelanggaran Protap dan Peran Pimpinan di Kanjuruhan-KM 50

Prinsip persaudaraan tanpa batas suku, agama, atau latar belakang sosial menjadi pegangan utama.

Tidak hanya berkembang pesat di Indonesia, PSHT kini juga dikenal hingga ke mancanegara, seperti Belanda, Malaysia, dan Amerika Serikat. 

Perguruan ini menjadi salah satu wadah pelestarian pencak silat, yang memperkenalkan seni bela diri khas Indonesia kepada dunia.

Dengan motto “Memayu Hayuning Bawono”, PSHT mengajarkan anggotanya untuk menjaga keharmonisan dunia dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

Lebih dari sekadar bela diri, PSHT adalah simbol bagaimana seni tradisional dapat menjadi sarana pembentukan karakter dan pelestarian budaya.

PSHT merupakan sebuah warisan budaya yang tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga menginspirasi dunia.