Kantor Baznas Depok Diobrak-Abrik Maling, Begini Kronologinya

Ketua Baznas Depok, Endang Ahmad Yani
Sumber :
  • siap.viva.co.id

Siap – Kantor Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Kota Depok, dibobol pelaku pencurian pada Kamis dinihari, 24 September 2026. 

img_title Alami Kerugian Puluhan Juta, Kasus Pencurian Minimarket di Depok Terungkap

Pelaku yang diperkirakan beraksi seorang diri itu menjarah sejumlah barang berharga dari dalam kantor penerima zakat tersebut.

Ketua Baznas Depok, Endang Ahmad Yani mengaku mengetahui kejadian ini tadi pagi, sekira pukul 08:00 WIB. 

img_title Perluas Akses Kesehatan, PNM Bersama BAZNAS Kembali Salurkan Ambulans ke Berbagai Daerah

Dari hasil rekaman kamera pengawas atau CCTV, pelaku diduga telah mengintai kantor Baznas sejak sekira pukul 22:05 WIB pada Rabu, 23 September 2026.  

Pelaku kemudian melancarkan aksinya sekira pukul 04:33 WIB dengan lebih dulu membongkar paksa pintu utama.

img_title Kronologi Aksi Begal di Depok Terungkap, Empat Terduga Pelaku Diringkus Kurang dari 24 Jam

Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian merangsek ke dalam sejumlah ruang kerja yang ada di kantor tersebut.  

"Dibongkar masuk langsung ke sejumlah ruangan. Kita tahunya pas sudah pagi, ketika salah satu staf yang datang kaget karena pintu kantor sudah terbuka," jelas Endang. 

Pelaku yang diperkirakan seorang pemuda itu menjarah sejumlah barang berharga milik perusahaan. 

Di antaranya tiga laptop dan tiga ponsel berisi data penting para donatur serta penerima zakat.

"Nah, ini kami agak nervous nih, ya. Kenapa? Karena itu tuh laptop kerja, data gitu.

Jadi misalkan contoh pengajuan-pengajuan yang ke kami, ya yang prosesnya sudah sampai mana ini kami sekarang agak agak bingung ya, gitu.Ya mudah-mudahan mereka nanti tidak tidak komplain lah ya, gitu," katanya.

Endang memastikan, tidak ada uang yang diambil namun.

"Kalau uang tidak ada, karena kami selama ini ketika ada pengajuan tuh kami selalu menggunakan transfer ya, rekening."

Meski demikian, Endang mengaku sangat resah mengingat data dalam laptop dan hp yang dicuri sangat penting. 

"Iya, data donatur, gitu kan. Kemudian juga data pemohon. Nah, sehingga dari situ kami kan apa, tahu tuh pemohon itu prosesnya kan ada tahapan tuh, ya. Termasuk misalkan secara administrasi kekurangannya apa, yang sudah apa, gitu kan.

Nah ini ini harus akhirnya harus diulang lagi, diurut lagi."

Kasus pencurian ini telah dilaporkan ke Polsek Beji. Polisi kini tengah mendalami keterangan para saksi termasuk menelusuri rekaman CCTV.