Pensiunan Polri Kompak Dukung Hasdan Jadi Caleg DPR, Ini Alasannya
- Istimewa
Siap – Gelombang dukungan untuk Hasdan Nover Zandi, kader PDIP yang maju sebagai caleg DPR terus berdatangan dari warga Depok dan Bekasi.
Bahkan kekinian, dukungan tersebut mengalir dari sejumlah pensiunan Polri dan umat Katolik se Kota Depok hingga Bekasi.
Hasdan dinilai memiliki kemampuan untuk mengatasi sederet persoalan, seperti isu pendidikan, jaminan sosial dan infrastruktur, ketersediaan fasilitas olah raga juga dirasa masih sangat kurang di Kota Depok, maupun Bekasi.
Setidaknya hal itu diungkapkan politisi Hasdan Nover Zandi ketika melakukan gowes bersama sejumlah pensiunan Polri.
"Tadi saya sudah dengar banyak aspirasi warga, nah ada yang menarik juga, Depok harus punya stadion olahraga. Ini harus kita perjuangkan," kata Hasdan usai gowes bersama sejumlah relawan pada Sabtu, 10 Februari 2024.
Hasdan yang saat ini maju sebagai calon legislatif (Caleg) DPR daerah pemilihan Depok-Bekasi itu pun berjanji, jika terpilih, dirinya akan mendorong aspirasi tersebut.
Sebelumnya Hasdan juga berjanji, bakal menyiapkan rumah untuk pemulung jika dirinya terpilih sebagai anggota DPR. Hal itu diungkapkannya ketika blusukan di Kota Depok pada Selasa, 6 Februari 2024.
Di temui usai menyapa sejumlah warga di kawasan Cagar Alam, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Hasdan mengaku, dirinya sempat mendengar sejumlah aspirasi yang menjadi kebutuhan mereka.
Di antaranya, soal harga sembako yang kian meroket, hingga masalah pendidikan.
"Nah ini target saya banget sebagai wakil mereka nanti. Saya pikir ya udah, saya ingin bersama mereka-lah, bersama rakyat," tuturnya.
Mengenai persoalan pendidikan, kata Hasdan, ia berjanji akan memperjuangkan adanya penambahan sekolah negeri di Kota Depok, mulai dari level SD, SMP hingga SMA.
"Ya tinggal anggaran itu kita tambahkan ke pemda (pemerintah daerah), saya akan lakukan itu," janji dia.
Selanjutnya yang tak kalah penting, kata caleg daerah pemilihan (dapil) Bekasi-Depok itu adalah soal masalah sampah.
"Saya tertarik soal sampah. Kebetulan saya punya mesin sampah yang dua jam bisa kering. Tentu saya fokus untuk membantu soal-soal sampah ini, karena kalau begini kan jadi menumpuk sampahnya, kan kasihan mereka," tuturnya.