Ibu Iriana Ungkap Gibran Sebagai Cawapres Untuk Melanggengkan Kekuasaan Sang Ayah, Ini Faktanya!

Tangkap layar
Sumber :
  • Youtube bocor alus politik

Siap –Ibu Iriana Jokowi, istri Presiden Joko Widodo, memiliki peran besar dalam mendorong putranya, Gibran Rakabuming Raka, untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Strategi Pak Lurah Mercy Jadi Senjata Ampuh di Jatim, Bikin Basis 01 dan 03 Kaget!

Dalam investigasi dikutip Siap Viva dari Kanal youtube bocor alus politik Tempo mengatakan bahwa Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, Iriana sudah mulai mengupayakan pencalonan Gibran sejak awal tahun 2023.

Ia mulai menemui keluarga dekat dan tokoh-tokoh politik untuk menggalang dukungan.

Resmi Mundur, Rocky Gerung Prediksi Gibran Bakal Gantikan Mahfud Jadi Menkopolhukam

Salah satu pertemuan yang dilakukan Iriana adalah dengan keluarga dekat di Solo pada Juni 2023. Dalam pertemuan itu, Iriana menyampaikan kepada keluarga bahwa Gibran akan maju sebagai cawapres Prabowo.

Iriana juga menemui sejumlah pengusaha senior di Solo untuk meminta dukungan. Ia juga bertemu dengan beberapa tokoh politik, termasuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Dibalik Tirai Pertemuan Megawati dan Surya Paloh, Rocky Gerung Ungkap Dilema Ngeri yang Tak Terduga

Upaya Iriana membuahkan hasil. Gibran resmi diusung oleh Partai Gerindra sebagai cawapres Prabowo pada Rakernas Gerindra pada 5-7 Juli 2023.

Kendati demikian, pencalonan Gibran sebagai cawapres tidak lepas dari kontroversi. Beberapa pihak menilai bahwa Gibran belum memiliki pengalaman dan kapasitas yang cukup untuk menjadi wakil presiden.

Namun, Iriana tampaknya tidak peduli dengan kritikan tersebut. Ia bertekad untuk mewujudkan ambisinya agar Gibran menjadi wakil presiden.

Manuver Iriana Jokowi untuk menjadikan Gibran sebagai cawapres Prabowo menunjukkan bahwa ia memiliki ambisi yang besar untuk menempatkan keluarganya di posisi strategis di pemerintahan.

Iriana menyadari bahwa Gibran belum memiliki pengalaman dan kapasitas yang cukup untuk menjadi wakil presiden. 

Namun, ia tampaknya yakin bahwa dengan dukungan penuh dari dirinya, Gibran akan bisa menjadi pemimpin yang sukses.

Manuver Iriana juga menunjukkan bahwa Jokowi memiliki ambisi yang sama. Ia ingin agar keluarganya terus berkuasa di Indonesia, bahkan setelah ia tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Strategi manuver Iriana Jokowi untuk menjadikan Gibran sebagai cawapres bisa berhasil atau tidak, tergantung pada dukungan publik. 

Jika publik tidak mendukung pencalonan Gibran, maka upaya Iriana akan sia-sia.

Namun, jika publik mendukung pencalonan Gibran, maka Iriana akan berhasil mewujudkan ambisinya untuk menempatkan keluarganya di posisi strategis di pemerintahan.