TERPOPULER: Oknum Ormas Diduga Pukul Mahasiswa dan Oknum Resmob Intervensi Wartawan
- Ngadri/viva.co.id (Kalimantan Barat)
VIVA - Dalam sepekan ini, terdapat dua artikel siap.viva yang masuk dalam TERPOPULER para pembaca yang budiman.
Adapun dua artikel tersebut adalah soal aksi demonstrasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kantor Gubernur Kalbar dan Tugu Digulis Untan diduga dipukul oknum Organisasi Kemasyarakatan (0rmas).
Selanjutnya, sejumlah wartawan diduga di intervensi oknum Resmob Polda Kalbar dan sejumlah wartawan terkena semprotan mobil Water Cannon personel Dalmas Polda Kalbar.
Sebagaimana diketahui, sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pontianak menggelar aksi demonstrasi di Kantor Guernur Kalimantan Barat dan Tugu Digulis Untan Pontianak, pada 20 Oktober 2026.
Tujuh Mahasiswa Luka-luka Diduga Dipukul Oknum Ormas
Dalam aksi demonstrasi tersebut, sebanyak 7 mahasiswa mengalami luka-luka usai diduga dipukul oleh oknum ormas. Dan kasus dugaan kekerasan dan pemukulan tersebut telah dilaporkan ke Polda Kalbar.
Demo Mahasiswa di Pontianak ricuh, Oknum Ormas pukul Mahasiswa
- Tangkapan layar vidio
Pada aksi bertajuk ‘’Revolusi’’ ini mahasiswa membawa tuntutan utama, yaitu terkait transparansi dana Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kasus korupsi, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), ekonomi dan pendidikan.
Wartawan Diduga di Intervensi Oknum Resmob dan Disemprot Mobil Water Cannon Polisi
Selanjutnya artikel yang kedua yang masuk Terpopuler adalah, terkait oknum Resmob Polda Kalbar melakukan intervensi kepada sejumlah wartawan yang melaksanakan tugas peliputan aksi unjuk rasa di Bundaran Tugu Digulis Untan pada 21 Oktober 2026.
Aksi intervensi oleh oknum Resmob Polda Kalbar ini berupa pelarangan pengambilan dokumentasi seperti vidio dan foto. Selanjutnya id card wartawan di foto.
Kemudian sejumlah wartawan yang melaksanakan tugas peliputan dikawasan Bundaran Tugu Digulis Untan Pontianak di semprot oleh Personel Dalmas menggunakan mobil Water Cannon.
20 Poin Tuntutan Mahasiswa
Dalam aksinya BEM Untan membawa 20 poin tuntutan dalam aksi “REVOLUSI”, dengan isu utama meliputi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM, kesejahteraan pekerja, demokrasi, krisis air bersih, serta dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Oknum anggota Resmob Polda Kalbar intervensi Wartawan
- Ngadri/viva.co.id (Kalimantan Barat)
Dalam isu karhutla, mahasiswa antara lain juga mendesak penetapan status bencana nasional, transparansi dana penanganan yang disebut mencapai Rp40 miliar dari bantuan pemerintah pusat dan Rp20 miliar dari APBD kepada Gubernur Kalbar. Jumlah anggaran yang begitu besar tersebut perlu dikonfirmasi melalui dokumen resmi agar sumber, peruntukan, dan realisasinya dapat diketahui publik.