Iran Ubah Cara Menghadapi Musuh, AS dan Israel Perlu Menghitung Ulang Risiko
- Gemini AI
Siap – Militer Iran mengisyaratkan perubahan strategi dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel.
Teheran mengklaim telah mengalihkan doktrin militernya dari pendekatan defensif menuju ofensif serta menegaskan kesiapan untuk melancarkan serangan yang lebih besar jika kembali mendapat ancaman.
Juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, mengatakan produksi peralatan militer tetap berlangsung setiap hari meskipun negaranya berada dalam situasi perang.
Menurut dia, Iran memiliki persenjataan yang memadai untuk menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.
Dalam wawancara dengan kantor berita Fars, Akraminia menjelaskan bahwa perubahan doktrin militer tersebut berlangsung cepat selama beberapa bulan terakhir.
Strategi baru itu, kata dia, telah diterapkan dalam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
"Dalam konflik saat ini dengan Amerika Serikat dan Israel, kami telah menerapkan doktrin ini," tuturnya dikutip pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Akraminia juga menyebut Iran telah meluncurkan rudal dan pesawat nirawak atau drone ke pangkalan serta aset militer Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan tersebut.
Ia memperingatkan bahwa Teheran akan meningkatkan skala respons apabila kembali diserang.
Iran, menurut dia, siap mengambil langkah yang lebih kuat dan cepat, sekaligus memperluas cakupan serangan terhadap pihak yang dianggap sebagai lawan.
Bahkan, Akraminia membuka kemungkinan Iran melancarkan serangan pendahuluan pada masa mendatang jika langkah tersebut dinilai diperlukan untuk mencegah ancaman dari musuh.
Pernyataan itu muncul ketika Washington dilaporkan tengah mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan operasi militer terhadap Iran.
Rencana serangan udara tersebut disebut-sebut berpotensi dilakukan menjelang atau setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Majalah The Atlantic, dalam laporan yang diterbitkan pada 7 Oktober dengan mengutip sejumlah sumber terpercaya, menyebut Gedung Putih telah mengarahkan Pentagon untuk menyiapkan berbagai opsi serangan terhadap Iran menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November.
Meski belum ada keputusan akhir mengenai rencana tersebut, laporan itu menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpeluang memerintahkan serangan sebelum pemungutan suara berlangsung.
Hingga kini, sasaran maupun besaran operasi militer yang berpotensi dilancarkan Washington belum diketahui secara pasti.