Hancur Total! Pusat Komando AS di Teluk Dilumat 10 Rudal Balistik Iran, Sirene Yordania Meraung, Sinyal Perang Terbuka?

Potret ilustrasi Konflik AS -IRAN
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Situasi di kawasan Asia Barat kian membara.

img_title Trump Berkali-kali Ancam Iran, Tapi Malah Mundur Saat Perang Makin Panas

Pusat komando dan kendali Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk dilaporkan hancur total setelah dihantam gelombang serangan fase kedua dari Iran pada Kamis (9/7/2026) sekira pukul 14.20 waktu setempat.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bertanggung jawab penuh atas serangan tersebut.

img_title Iran Lipatgandakan Produksi Rudal saat AS Melempem

Berdasarkan laporan Al Mayadeen pada Jumat (10/7/2026), gempuran dahsyat ini tidak hanya meratakan pusat komando utama, tetapi juga menghancurkan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti atau Pangkalan Azraq milik AS yang berada di Yordania.

Iran mengerahkan 10 rudal balistik taktis untuk mengunci dan menghancurkan target secara akurat.

img_title Trump Perketat Tekanan ke Iran, Benarkah Semua Negara Bisa Dipaksa Berhenti Berdagang?

Kehadiran rudal-rudal Iran di udara langsung memicu kepanikan luar biasa hingga sirene serangan udara berbunyi nyaring di seluruh penjuru Yordania.

Akibat situasi yang mencekam tersebut, Kedutaan Besar AS di Amman terpaksa mengeluarkan peringatan darurat bagi warganya.

Seluruh warga Amerika Serikat di wilayah itu didesak untuk segera mencari lokasi aman demi berlindung dari ancaman gelombang rudal dan drone Iran.

Menunjukkan dominasinya, IRGC pun memperingatkan militer AS agar tidak mencoba-coba mengulangi agresi mereka di kawasan tersebut.

Iran menegaskan bahwa jika AS berani membalas, maka tidak ada satu pun pangkalan militer Amerika di seluruh wilayah Asia Barat yang akan luput dari kehancuran total.

Amerika Serikat menanggapi serius kerusakan signifikan yang mereka alami pasca serangan Iran.

Menanggapi situasi kritis ini, Washington langsung mengambil langkah taktis cepat pada Jumat (10/7/2026) dengan memobilisasi kekuatan udara besar-besaran.

Gelombang eskalasi yang kian memanas antara Washington dan Teheran memicu pergerakan militer yang signifikan di wilayah Teluk.

Berdasarkan analisis data pelacakan penerbangan terbaru, sejumlah pesawat canggih milik Angkatan Udara Amerika Serikat kini terdeteksi tengah mengudara di kawasan strategis tersebut.

Media Rusia, RIA Novosti, melaporkan bahwa mobilisasi armada udara ini mencakup wilayah Teluk beserta area-area di sekitarnya.

Berdasarkan data pantauan yang bocor ke publik, setidaknya ada lima unit pesawat tanker pengisi bahan bakar yang disiagakan secara simultan di langit.

Secara rinci, armada logistik tempur tersebut terdiri dari tiga unit Boeing KC-135R Stratotanker dan dua unit Boeing KC-46A Pegasus.

Halaman Selanjutnya
img_title