Merasa Dikhianati AS, Israel Siaga Penuh Hadapi Perang Terbuka Iran?
- Kolase Siap.viva
Siap – Israel dilaporkan meningkatkan kesiapsiagaan tempurnya ke tingkat maksimum di tengah kekhawatiran bahwa konflik besar dengan Iran dapat kembali pecah dalam waktu dekat.
Laporan itu disampaikan saluran televisi Israel, Channel 12, yang menyebut militer Israel kini bersiap menghadapi kemungkinan lanjutan perang langsung dengan Republik Islam.
Situasi tersebut berkembang hanya beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali dari kunjungannya ke China.
Menurut laporan Channel 12, tentara Israel saat ini sedang mempersiapkan berbagai skenario ofensif maupun defensif jika ketegangan dengan Teheran kembali berubah menjadi konfrontasi militer terbuka.
Langkah Israel tersebut langsung memicu perhatian internasional karena kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir memang berada dalam kondisi sangat sensitif.
Konflik berkepanjangan antara Republik Islam, Israel, dan Amerika Serikat terus memunculkan ancaman perang regional yang lebih luas.
Dalam laporannya, Channel 12 menyebut militer Israel memperkuat kesiapan pasukan udara, sistem pertahanan rudal, hingga unit cadangan tempur.
Pemerintah Benjamin Netanyahu juga dilaporkan menggelar sejumlah rapat keamanan tertutup menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi serangan balasan Iran.
Sejumlah media Israel menyebut status siaga kali ini termasuk salah satu yang tertinggi sejak perang besar terakhir di kawasan.
Kondisi tersebut muncul ketika hubungan antara Washington dan Teheran kembali memanas akibat kegagalan negosiasi dan meningkatnya perang pernyataan kedua pihak.
Sebelumnya, Trump secara terbuka menolak proposal terbaru Republik Islam terkait pembicaraan gencatan senjata dan stabilitas kawasan.
“Saya tidak suka surat mereka. Itu tidak pantas. Saya menolak tanggapan Republik Islam,” kata Trump dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.
Republik Islam langsung membalas pernyataan itu dengan nada keras.
“Kami menulis usulan demi kepentingan nasional Republik Islam — bukan untuk menyenangkan Trump. Jika Trump tidak senang, itu mungkin pertanda baik,” kata pejabat Iran yang dikutip media Timur Tengah.
Perang retorika tersebut semakin memperburuk situasi keamanan kawasan yang sebelumnya sudah tegang akibat konflik di Gaza, Lebanon selatan, Suriah, dan Selat Hormuz.
Israel Khawatir Republik Islam Tingkatkan Serangan Regional