Blokade Tandingan AS Picu Perang Besar Meluas, Iran Beri Peringatan Ini

Rudal bawah tanah Iran bersiap hadapi AS
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Republik Islam Iran mengancam bakal membalas blokade Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz. Kondisi ini memicu kebuntuan di tengah upaya perundingan.

img_title Korsel Terjepit di Tengah Konflik Iran-AS, Ada Tekanan dari Trump dan Ancaman Teheran

Analis Kajian Stratejik Intelijen UI, Ridlwan Habib, menilai kebijakan blokade kontra blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat dapat membuat upaya perundingan semakin alot. 

"Kita tahu per pagi tadi sudah ada dua kapal lagi yang diminta berbalik arah ketika meninggalkan Selat Hormuz menuju laut lepas. Ternyata di tengah-tengah itu diminta untuk berbalik arah putar balik oleh kapal militer Amerika," katanya dikutip dari kanal YouTube tvOne pada Kamis, 16 April 2026. 

img_title Diplomasi Iran-AS Kembali Mengemuka, Nasib Selat Hormuz Ikut Dipertaruhkan

Menurut dia, kapal militer Amerika ini tidak mau atau tidak berani mendekat ke arah wilayah Republik Islam, apalagi masuk ke Selat Hormuz.

"Dia (AS) tidak berani karena tentu saja itu akan diserbu dengan kapal-kapal cepat milik Iran. Jadi mereka hanya menunggu saja di perairan lepas. Tetapi begitu ada kapal minyak, kapal dagang yang lewat, mereka meminta untuk memutar balik," tuturnya.

img_title Terjebak Perang Iran: Korsel Pusing Ditekan Trump tapi Nggak Sanggup Hadapi Teheran

Ilustrasi perang laut di Selat Hormuz antara Iran vs Amerika

Photo :
  • Istimewa

"Ini dengan tujuan agar Teheran merasa tertekan, karena apa? ekonominya terblokade. Tapi jangan lupa bahwa Iran ini sudah terbiasa ditekan seperti ini," sambungnya.

Ridlwan lantas menjelaskan, bahwa Republik Islam tersebut telah teruji sejak tahun 80-an, ketika kena sanksi embargo ekonomi dari AS dan sekutunya.

"Jadi tidak akan menjadi masalah buat Iran. Yang akan menjadi masalah adalah protes internasional," ujarnya.

Terkait hal itu, Laksamana Dong Jun dari Angkatan Laut Tiongkok sudah mengingatkan Amerika, bahwa upaya blokade di perairan lepas setelah Selat Hormuz akan menentang kepentingan layar internasional.

"Itu melanggar hukum internasional dan mereka akan melakukan sesuatu terkait itu."

Ridlwan meyakini, kelakuan AS ini akan mempengaruhi upaya perundingan lanjutan di Islamabad. 

"Saya kira sangat mempengaruhi ya sepanjang Trump masih melakukan kontra blokade di perairan setelah Selat Hormuz. Saya meyakini pembicaraan tahap dua ini tidak akan terlaksana," katanya.

Ilustrasi perang laut di Selat Hormuz antara Iran vs Amerika

Photo :
  • Istimewa

United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) yakni Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982 telah menyebut, bahwa ketika melewati selat itu adalah hak lintas damai. 

Halaman Selanjutnya
img_title